"Cakupan kami sampai saat ini masih bisa dibilang kurang dari angka nasional. Kalau angka nasional saja baru 3 persen dari perempuan usia subur," kata dia.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Bio Fama, dr. Kamelia Faisal menuturkan bahwa CerviScan merupakan alat deteksi dini terhadap HPV yang dihadirkan untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks di Tanah Air.
"Alat ini juga merupakan hasil penelitian dari RSCM (Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo) yang kemudian kami hilirisasi, PT Bio Farma bekerja sama dengan Kemenkes dan dinas-dinas kesehatan di Indonesia," kata dia.
Menurut Kamelia, masyarakat DIY dapat mengakses alat deteksi tersebut di BLKK DIY atau melalui sejumlah laboratorium serta klinik yang telah bekerja sama dengan Bio Farma.
"Nanti akan diperiksa urine-nya kemudian dalam waktu kurang dari dua hari akan disampaikan hasilnya melalui WhatsApp," kata dia.
Baca Juga: Jalin Potensi Kerjasama, Bio Farma Terima Kunjungan dari Kementerian Kesehatan Nigeria
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRay) Adipati Paku Alam X menyambut positif program itu dan menyatakan bakal menyosialisasikan ke berbagai organisasi wanita di DIY.
Dia meyakini dengan metode yang lebih praktis tersebut tidak ada lagi kaum perempuan di DIY yang enggan melakukan deteksi kanker serviks.
"Melalui lima organisasi wanita, kami memohon kepada kaum perempuan untuk deteksi dini kanker serviks karena sekarang dengan adanya alat ini lebih mudah dan lebih nyaman cukup melalui urine kita, seperti saat tes kehamilan saja," kata dia.***
Artikel Terkait
Jalin Potensi Kerjasama, Bio Farma Terima Kunjungan dari Kementerian Kesehatan Nigeria
Lowongan Magang di BUMN Bio Farma, Fresh Graduate Bisa Melamar, Diutamakan Domisili Kota Bandung dan Sekitar
Hadirkan Solusi Healthcare End to End: Bio Farma x MIT Hacking Medicine Resmi Digelar
Indofarma Dukung Bio Farma Group Laksanakan Program Relawan Bakti BUMN di Lombok
Lawan DBD, Bio Farma Resmi Teken Kemitraan Strategis dengan Takeda