"Semua punya porsi yang sama, dan tentunya dengan kolaborasi antar tim untuk kesuksesan MNK Gulamo," imbuhnya.
Baca Juga: Masih Baru dan Asri, Pantai Cantik Ini Wajib Dikunjungi saat Liburan ke Yogyakarta
Sedangkan Ajeng turut bertungkus lumus di lapangan untuk ketahanan energi.
Ajeng adalah perempuan satu-satunya yang memimpin proses pengeboran atau driller (non work over work service) di WK Rokan.
"Memang mayoritas pekerja di dunia pemboran adalah laki-laki, tapi kita saling melengkapi," ujarnya.
"Saya senang, PHR memberikan peluang besar bagi perempuan di dunia migas, bahkan untuk hal teknis operasional seperti yang saya lakukan sehari- hari ini," lanjut Ajeng.
Corporate Secretary PHR WK Rokan, Rudi Ariffianto mengungkapkan bahwa tata nilai AKHLAK dan nilai-nilai keberagaman dan inklusi (diversity and inclusion) menjadi landasan operasi pihaknya.
"Setiap orang memiliki peran penting dalam menghadirkan energi bagi negeri, tak terkecuali para Pertiwi (sebutan bagi pekerja perempuan Pertamina)," tutur Rudi.
"Di sinilah PHR membuktikan bahwa perusahaan kami tidak hanya menghargai keberagaman, tetapi secara nyata mengikutsertakan perempuan agar bersama-sama turut berperan dalam mencapai tujuan operasional," tandasnya.
Artikel Terkait
Menikmati Senja di Pantai Ujung Piring, Obyek Wisata Paling Hits di Jepara
Bantu Kurangi Efek Radiasi UV, SIG Operasikan Fasilitas Pemusnah Bahan Perusak Ozon Pertama di Asia Tenggara
Kembangkan Pilot Project KOMPAK di Raja Ampat, Pertamina RU VII Kasim Gandeng BBKSDA PB