Dukung Transisi Energi Rendah Karbon, PLN Luncurkan Laporan TCFD Pertama

Photo Author
Unggul Tan, Kabar BUMN
- Sabtu, 16 September 2023 | 20:45 WIB
lustrasi Pembangkit energi baru terbarukan (EBT), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu yang berlokasi di Kabupaten Manggarai, NTT. (Dok.PLN)
lustrasi Pembangkit energi baru terbarukan (EBT), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu yang berlokasi di Kabupaten Manggarai, NTT. (Dok.PLN)

"Seperti tingkat emisi gas rumah kaca, kontribusi energi bersih dari sumber energi baru terbarukan (EBT) dan keandalan infrastruktur kelistrikan," tutur Darmawan.

Baca Juga: Terbaru, Kimia Farma Buka Lowongan Magang untuk 3 Posisi, Daftar di magenta.fhcibumn.com Sebelum Terlambat

Menurut Darmawan, pengelolaan risiko terkait iklim bukanlah hal baru bagi PLN.

Pada tahun 2012, PLN telah menerbitkan pedoman asesmen risk rating pembangkit untuk memetakan risiko-risiko fisik yang ada pada pembangkit-pembangkit miliknya.

Risiko iklim merupakan salah satu parameter yang diperhitungkan dalam penentuan risk rating pembangkit.

"Laporan ini merupakan pelengkap dari Laporan Keberlanjutan PLN 2022 yang telah dipublikasikan sebelumnya," ungkap Darmawan.

"PLN berharap laporan TCFD dapat memberikan informasi yang berguna bagi berbagai pemangku kepentingan, pelanggan dan masyarakat," tandasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Unggul Tan

Tags

Artikel Terkait

Terkini