Kolaborasi Mendorong Penggunaan Energi Bersih, PLN Siap Fasilitasi Semen Indonesia untuk Go Green

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 19 September 2023 | 17:30 WIB
Dirut PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo (kanan) dan Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Donny Arsal (kiri) menunjukkan MoU pengembangan energi terbarukan yang telah ditandatangani di Jakarta (DOK.PT PLN (Persero))
Dirut PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo (kanan) dan Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Donny Arsal (kiri) menunjukkan MoU pengembangan energi terbarukan yang telah ditandatangani di Jakarta (DOK.PT PLN (Persero))

"Mudah-mudahan kerja sama ini bisa segera memberikan kontribusi positif untuk pengurangan emisi dan efek rumah kaca, serta memberikan support bagi program transisi energi Pemerintah," kata Donny Arsal.

Baca Juga: Melalui Pijar Sekolah dan by.U, Telkom Akselerasi Digitalisasi Pengelolaan Sekolah di Bandung Barat

Saat ini SIG memiliki lahan berupa atap bangunan, lahan, dan kolam, yang berpotensi digunakan untuk implementasi panel surya hingga 572 megawatt peak (MWp).

541 MWp di antaranya adalah potensi di atas permukaan tanah (ground mounted) dan di atas permukaan air (floating) di 9 lokasi, yaitu SIG Ghopo Tuban, PT Semen Gresik Pabrik Rembang, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Tuban, SBI Pabrik Narogong, SBI Pabrik Cilacap, SBI Pabrik Loknga, PT Semen Baturaja Tbk.

Pada tahap awal, rencana implementasi sebesar 5,4 MWp - 32 MWp per lokasi.

Baca Juga: Wajib Dicicipi, Ini 5 Rekomendasi Tempat Makan Gelato di Malang

"Selebihnya akan dibangun proyek solar panel secara bertahap hingga tahun 2030. Terima kasih Pak Darmawan Prasodjo dan tim PLN yang sudah menyediakan waktu dan approach tim bagi kita untuk berkolaborasi ke depan,” tutur Donny Arsal.

Darmawan Prasodjo menambahkan dorongan penggunaan energi bersih bukan semata karena Indonesia harus mematuhi kesepakatan internasional untuk menekan emisi, tetapi sudah menjadi keharusan untuk menuju Net Zero Emissions pada 2060.

Hal ini pun selaras dengan komitmen transisi energi PLN yang dituangkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hijau PLN.

Baca Juga: Kolaborasi BUMN, PLN dan SIG Teken MoU untuk Mendorong Penggunaan Energi Bersih

"Dalam proses transisi energi, diperlukan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Sehingga, kolaborasi dengan berbagai stakeholder lokal maupun internasional perlu dijalin. Karena ini adalah proyek besar, perlu kolaborasi dari kebijakan, teknologi, inovasi hingga investasi," pungkas Darmawan Prasodjo.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini