"Oleh karena itu, hilirisasi industri ini akan menekan impor sejumlah produk kimia, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan iklim investasi," ujar Rahmad.
"Sehingga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," lanjutnya.
Rahmad juga mengapresiasi dukungan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan SKK Migas yang telah mendukung proses perjanjian jual beli gas.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mendukung proses penandatanganan perjanjian jual beli gas yang dilakukan oleh KKKS untuk beberapa sektor strategis nasional.
"Indonesia sekarang mendorong hilirisasi di sektor oil and gas," kata Bahlil.
"Hilirisasi ini sudah kita hitung, untuk menjadi Indonesia Emas, menjadikan Indonesia dengan GDP terbesar nomor 6 tahun 2045."
"Konsep hilirisasi kedepan sebesar USD 548 miliar dengan 8 sektor prioritas dengan 21 komoditas," tandasnya.
Artikel Terkait
SPMT Edukasi Industri Pelabuhan, Implementasikan Program Peduli Pendidikan Jadi Bagian Wujudkan Generasi Emas
Bersama Polda Maluku, Jasa Raharja Ajak Masyarakat Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas
Siap-siap Kunjungi KAI Expo 2023, Ada Diskon Tiket Kereta Termasuk Kelas Luxury