Kabar BUMN - Sebagai pengelola Jalan Tol Trans Sumatera, PT Hutama Karya (Persero) memastikan selalu menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) dalam pengoperasian maupun pembangunan ruas-ruas JTTS.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo, mengatakan penerapan GCG tersebut dibuktikan melalui komitmen Top Level Management dengan melakukan penandatanganan Pakta Integritas.
Dimana penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto bersama dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Direktur Utama BUJT lainnya pada Agustus 2023 lalu sebagai dukungan BUJT dalam penyelenggaraan jalan tol yang taat pada GCG.
Baca Juga: Mendorong Inovasi di Bidang Infrastruktur- Hutama Karya Group Hadir di INARI Expo 2023
“Pakta integritas ini mengatur penyelenggaraan jalan tol yang sesuai regulasi, ketentuan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk pemenuhan komitmen yang tertuang dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) antara Pemerintah dengan BUJT.
"Utamanya terkait aspek pelayanan kepada para pengguna jalan tol dengan memastikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) terpenuhi dengan baik,” tutur Tjahjo.
Penerapan GCG dalam pengoperasian jalan tol yang dikelola oleh Hutama Karya diantaranya mencakup transparansi informasi terkini terkait kebijakan atau kejadian terbaru di jalan tol, baik melalui media luar ruang, media konvensional, media sosial, hingga HK Toll Apps.
Kemudian meningkatkan pelayanan dengan terus menambahkan fasilitas dan melakukan pemeliharaan di jalan tol.
Selanjutnya, sistem pengadaan yang terbuka untuk umum, response time pada penanganan kejadian secara cepat.
Lalu pengembangan inovasi teknologi seperti penggunaan Intelligence Traffic System, kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun pemasangan Weigh-in-Motion (WIM) untuk pemantauan pengoperasian yang lebih akurat dan cepat serta penindakan hukum bekerjasama dengan pihak kepolisian.
“Komitmen kami dalam implementasi GCG ini dapat dilaksanakan mulai dari hal kecil hingga yang menyangkut kebijakan perusahaan dimana pada tahun 2022 skor assessment GCG Hutama Karya dari BPKP meningkat menjadi 86.710%, setelah sebelumnya pada tahun 2020 memperoleh skor 85,642 dengan dapat mempertahankan predikat Sangat Baik,” tambahnya.
Sementara dari sisi konstruksi jalan tol, untuk mewujudkan ekosistem bisnis yang semakin baik, Hutama Karya menerapkan sejumlah prinsip GCG, dengan menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah memperoleh Sertifikat ISO 37001:2016 dan penggunaan Panduan Cegah Korupsi (PAN-CEK) KPK, melakukan 3 lines of defence Manajemen Risiko dalam pembangunan JTTS, serta penerapan Business Judgement Rules (BJR) dalam pengambilan keputusan.
Artikel Terkait
Mulai Berlaku 20 September 2023, Hutama Karya Operasikan Tanpa Tarif Tol Binjai-Langsa Segmen Stabat-Kuala Bin
Hutama Karya Mulai Garap JTTS Bayung Lencir - Tempino Seksi 3, Siap Buka Konektivitas Baru Menuju Jambi
Tingkatkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Hutama Karya Renovasi 2 Poliklinik RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo
Hadir di BUMN Goes To Campus-ITB, Bentuk Komitmen Hutama Karya Tingkatkan Kepedulian di Bidang Pendidikan
Mendorong Inovasi di Bidang Infrastruktur- Hutama Karya Group Hadir di INARI Expo 2023