Pertama adalah untuk meningkatkan kapasitas terlebih dahulu, kemudian yang kedua adalah meningkatkan kualitas plus meningkatkan produk dari petrochemical dan juga LPG.
“Untuk tambahan kapasitas ini, tentu otomatis akan langsung menurunkan impor BBM sebanyak 100.000 barel per hari dan ini dampaknya sangat besar terhadap Current Account Defisit-nya Indonesia,” imbuh Nicke.
Baca Juga: Mengintip Pesona Alam Danau Kelimutu di Flores, Danau Unik yang Memiliki Tiga Warna
Ia menambahkan, kualitas produk yang dihasilkan RDMP Balikpapan juga akan ditingkatkan dari standar Euro2 menjadi Euro5 sehingga lebih ramah lingkungan sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***
Artikel Terkait
Pertamina Patra Niaga Gelar Pertamina Tenants Day, Dorong Pengembangan Ekosistem Bisnis NFR di SPBU Pertamina
Kunjungi Proyek Pembangunan RS Pertamina Balikpapan, Dirut Nindya Karya: Jaga Kualitas Agar Membanggakan
IDX Carbon Resmi Diluncurkan, Pertamina Satu-Satunya Penjual yang Melantai di Pasar Karbon Indonesia
Info Loker PT Pertamina Training and Consulting, Posisi Admin Asset Management, Deadline 3 Oktober 2023
Lewat Program Gotong Royong Boyong Pohon, Kementerian BUMN dan Pertamina Berupaya Tekan Polusi