"Selain dengan penerapan teknologi dalam proses pembangunannya, percepatan proyek ini juga dilakukan dengan berkomunikasi secara intens kepada beberapa stakeholder terkait," ungkap Tjahjo.
Baca Juga: Pusat Penelitian PTPN XI Raih Penghargaan Lumajang Innovation Award 2023 Atas Inovasi Beras Pisang
Lebih lanjut, Tjahjo menyampaikan bahwa sejumlah tantangan yang cukup signifikan dihadapi KSO HK-Adhi dalam proses percepatannya.
Menurut Tjahjo, cuaca dan kondisi batuan yang kurang baik menjadi tantangan tersendiri untuk Hutama Karya.
Kehadiran bendungan ini nantinya akan menjadi pengendali banjir dan memperluas jaringan irigasi untuk pertanian.
Sebelum adanya bendungan ini, petani sekitar hanya panen dua kali dalam setahun.
Hadirnya bendungan ini diharapkan mampu meningkatkan masa panen menjadi tiga kali dalam setahun.
Bukan hanya itu, bendungan ini akan meningkatkan jaringan irigasi yang awalnya hanya 1.903 Ha menjadi 3.363 Ha sehingga dapat dirasakan hingga 3 Kecamatan di Kabupaten Konawe.
Artikel Terkait
Realisasi Luas Lahan Program Makmur dari Pusri Jauh Melampaui Target
Jangan Sembarangan, Barang-barang Ini Dilarang Dibawa ke dalam Kabin Pesawat
Gelar Open House Balai Yasa, KAI Ajak Masyarakat Lihat Dapur Perawatan Kerata Api