Baca Juga: Wajib Dicicipi, Ini Rekomendasi 5 Kuliner Malam di Yogyakarta yang Sayang Dilewatkan
"Jalan tol dibangun. Di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Papua. Mobilitas yang dulunya sulit, menjadi mudah. Logistik mahal, menjadi murah," ujar Darmawan.
"Akses hidup layak yang susah didapat menjadi mudah didapat. Dan ketika pandemi, demand listrik turun."
"Tetapi di titik-titik exit toll ternyata demand listrik naik. Ini karena banyak muncul episentrum ekonomi baru, seperti pusat UMKM, kuliner, wisata, industri," sambungnya.
Darmawan berharap launching ini akhirnya bukan sekedar penerjemahan dalam bahasa lain.
Namun, bisa menjadi dorongan untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara di dunia.
Bukan hanya secara diplomatik, tetapi juga hubungan yang jauh lebih produktif, seperti kerja sama ekonomi, teknologi, SDM, investasi, dan sebagainya.
Artikel Terkait
Menangkan Honda Brio Lewat Program Undi-Undi HEPI Telkomsel, Simak Caranya di Sini!
Libur Maulid Nabi, Jumlah Penjualan Tiket DAMRI Naik 51 Persen
Resmikan The Gade Creative Lounge di UNJ, Pegadaian Tegaskan Komitmen Dukung Kreativitas Mahasiswa