Inovasi terus akan dilakukan untuk menghasilkan nilai tambah bagi negara dan perusahaan.
"Kami melihat potensi hydrogen plant yang bisa menghasilkan green hydrogen mampu memberikan nilai tambah dan prospek pengembangan bisnis ke depan," ujar Darmawan.
Direktur Utama PLN NP Ruly Firmansyah merinci selama ini korporasinya telah menghasilkan grey hydrogen dari hydrogent plant yang telah beroperasi.
Namun, dengan adanya penggunaan solar PV dan didukung oleh Renewable Energy Certificate (REC), PLN NP telah memiliki GHP pertama di Indonesia.
Baca Juga: Peringatan HUT ke-78 Infanteri, Pindad Tampilkan Produk Unggulan di Pameran Alutsista
Memanfaatkan beberapa electrolyzer dengan konsumsi daya 2.795 Megawatt Hour (MWh) per tahun, PLN NP mampu menghasilkan 100% hidrogen hijau sebesar 51 ton per tahun.
"Melalui pemanfaatan PLTS yang telah terpasang di PLTGU Muara Karang, kami menjadikan hidrogen ini berjenis hijau dan bebas emisi CO2, jadi hidrogen hijau ini murni 100% dari EBT," tegas Rully.
Lewat upaya ini, PLN NP mampu menghasilkan bahan baku alternatif bagi sektor industri yang bergerak ke arah industri hijau. Ke depan, PLN NP juga akan mengembangan green hydrogen storage yang bisa menyimpan hasil hidrogen hijau ini sehingga bisa dimanfaatkan di kemudian hari.***
Artikel Terkait
29 UMKM Binaan PLN Eksis di INACRAFT, Istri Menkop dan UKM Apresiasi Produk Unik dan Berkelas
Keberhasilan Transformasi dan Inovasi Digital Pelayanan Pelanggan PLN Meraih Dua Penghargaan Internasional
Sukses Wujudkan Transformasi Bisnis dan Peningkatan SDM, PLN Sabet Tujuh Penghargaan IHCBA 2023
Jaga Kelestarian Lingkungan, PLN Dukung Gerakan Gotong Royong Boyong Pohon Bersama BUMN
Yuk Siap-Siap Check-Out! Harbolnas di PLN Mobile 10.10 Gratis Ongkir Produk UMKM