Proyek ini juga menjawab kebutuhan INALUM dalam hal peningkatan produksi, tetapi juga merupakan bagian dari misi perusahaan dalam meningkatkan kinerja tungku dengan tetap menjaga performa dan lebih efisien dalam hal penggunaan energi.
Transformasi teknologi ini meningkatkan kinerja tungku melalui peningkatan stabilitas operasional dan peningkatan efisiensi saat ini hingga 95 persen.
Baca Juga: Nyamannya Bikin Betah, Ini 3 Kafe 24 Jam di Malang yang Cocok Buat Nongkrong Sambil Nugas
Selain proyek bersama EGA, INALUM juga melakukan beberapa aksi korporasi lain dalam rangka peningkatan kapasitas produksi sebagai respons atas tingginya potensi pasar aluminium nasional yang saat ini memiliki permintaan hingga 1 juta ton.
Proyek-proyek tersebut antara lain, Proyek Upgrading Teknologi Tungku Reduksi yang akan selesai pada tahun 2023, Optimalisasi Smelter Kuala Tanjung yang ditargetkan akan meningkatkan kapasitas produksi di tahun 2024-2025 dan Proyek Diversifikasi Aluminium Remelt IAA.***
Artikel Terkait
Optimalkan Implementasi Aspek K3, Inalum Benchmark ke Pupuk Kaltim
Naik 40% dari Tahun Sebelumnya, UMKM Pertamina Raup Transaksi Hingga Rp3.36 Miliar di Inacraft on October 2023
Indonesia GP 2023: Patra Niaga Jamin Kebutuhan Energi Tercukupi Jelang Perhelatan Akbar
Pertamina dan Garuda Indonesia Sukses Uji Terbang Gunakan Sustainable Aviation Fuel pada Pesawat Komersial
Kementerian BUMN dan Pertamina Inisiasi Literasi Edukasi Kesehatan Mata untuk Masa Depan