Kabar BUMN - Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dikelola PT PLN (Persero) sukses menunjang kelancaran operasional kendaraan listrik pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum di Bali.
Kelancaran operasional tersebut kembali menjadi bukti langsung kesiapan sistem infrastruktur charging station kendaraan listrik di tanah air.
Pada KTT AIS sampai dengan hari pertama (10/10), tercatat sejumlah 941 transaksi pengisian daya berhasil dilakukan dengan total energi mencapai 19.217,62 kilowatt hour (kWh).
Baca Juga: Cuma 8 Menit dari Tol Salatiga, Banyoe Angkringan Tawarkan Makan-Makan With A View
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa PLN terus meningkatkan keandalan sistem operasional SPKLU.
Berbagai inovasi telah dilakukan, kata dia, termasuk menghadirkan SPKLU dengan teknologi terbaru dalam KTT AIS untuk menambah efisiensi waktu pengisian daya.
"Selama 3,5 tahun terakhir kami terus bertransformasi. Berbagai inovasi dan kolaborasi kami lakukan, terutama terkait transisi energi termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air," jelasnya.
Baca Juga: Jadwal, Harga, dan Cara Pesan Tiket Railbus Batara Kresna, Kereta yang Melewati Jalan Raya Kota Solo
Untuk KTT AIS, PLN menyediakan dua jenis SPKLU yaitu Ultra Fast Charging dan Standar Charging serta Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) Gen 2 yang memiliki 6 slot charger untuk dua venue utama kawasan ITDC dan Hotel Apurva Kempinski, Bali.
Dari total 28 unit SPKLU dan 20 SPLU yang disediakan, PLN mampu mencukupi kebutuhan 508 mobil listrik dan 240 motor listrik untuk para delegasi berikut pengamanannya.
Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto menambahkan, operasional SPKLU dan SPLU PLN yang didukung dengan aplikasi PLN Mobile berhasil memudahkan proses pengisian. Sehingga seluruh layanan bisa dilakukan secara digital dan cepat.
Baca Juga: Info Lowongan Magang di PT PG Candi Baru, Simak Persyaratannya
"Seluruh transaksi kami dilakukan secara digital dan real time. Semuanya bisa terkoordinasi dan terpantau secara baik. Selain itu, ada juga petugas yang terus siaga untuk membantu pelanggan," ujarnya.
Adi melanjutkan, sistem stasiun pengisian kendaraan listrik yang digunakan selama KTT AIS ini sekaligus menjadi wujud keseriusan pemerintah Indonesia dalam melakukan transisi energi.
Artikel Terkait
Pertama Di Indonesia, PLN Produksi Green Hydrogen 100% dari EBT Kapasitas 51 Ton per Tahun
12 Tahun PLTP Ulumbu Beroperasi, Warga Poco Leok NTT Sambut Hangat PLN dalam Upacara Adat Penti
KTT AIS Hari Pertama Sukses Digelar, PLN Komitmen Hadirkan Listrik Andal Hingga Penutupan
Operasikan Green Hydrogen Plant Pertama di Indonesia, Ini Inovasi yang Dilakukan PLN
Sinergi BUMN, PLN-Pos Indonesia Integrasikan Rantai Pasok Logistik dan Akselerasi Kendaraan Listrik