Tingkatkan Produksi, Program Electrifying Agriculture PLN Capai 230 Ribu Pelanggan Hingga Triwulan III 2023

Photo Author
Atikah IW, Kabar BUMN
- Sabtu, 14 Oktober 2023 | 19:30 WIB
Kondisi kebun jeruk yang telah menggunakan listrik PLN untuk pengairan melalui program electrifying agriculture. (Dok. PT PLN)
Kondisi kebun jeruk yang telah menggunakan listrik PLN untuk pengairan melalui program electrifying agriculture. (Dok. PT PLN)

Hasilnya mampu menekan biaya produksi sekitar 30 persen yang berasal dari penghematan biaya BBM untuk penggunaan genset.

Happy Syaifullah, petani jeruk di Desa Bolo, Kabupaten Gresik ini menuturkan pengalamannya ketika beralih ke listrik PLN.

Baca Juga: Segarnya Berenang di Telaga Sunyi, Kolam Alami di Baturraden yang Airnya Berasal dari Gunung Slamet

“Peralihan bahan bakar diesel ke listrik cukup efektif dalam menekan biaya produksi. Sehari pakai pompa air dengan diesel memerlukan 10 liter BBM mengeluarkan Rp 68.000,-, sementara untuk listrik hanya memerlukan 20 kWh per hari atau sekitar Rp20.000,- saja,” jelas Happy.

Dirinya juga menjelaskan, sebelum pakai listrik PLN, panennya hanya menghasilkan 2 ton per hektare setiap bulan. Sementara setelah menggunakan listrik PLN, panennya meningkat menjadi 5 ton per hektare setiap bulan.

“Dengan pengairan kebun yang lancar dan mudah membuat pohon tumbuh sehat dan menghasilkan buah yang melimpah. Saat ini kami bisa memanen 200 ton jeruk setiap bulan untuk luas lahan 40 hektare,” kata Happy.

Hal serupa diungkapkan oleh Manager Produksi PT Niki Tunggal di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Didik yang merasakan produktivitas budidaya ayam meningkat hingga 20 persen dan dapat menghemat biaya produksi dengan menggunakan listrik PLN.

Baca Juga: Syarat dan Cara Ikut Undi-Undi Hepi Telkomsel Agar Bisa Menang Mitsubishi Xpander Cross

Untuk 1.000 ekor ayam petelur setelah 12 minggu pemeliharaan dalam kandang listrik bisa menghasilkan 10.000 telur, dari sebelum menggunakan listrik PLN hanya menghasilkan 8.000 telur.

“Setelah pakai listrik PLN, biaya produksi turun 15% sehingga dapat meningkatkan efisiensi produksi. Kelebihan lainnya panas dari listrik ini sangat optimal untuk menjaga suhu dan kelembaban kandang ayam, terlebih kami juga menyediakan pakan dan air secara otomatis menggunakan listrik,” pungkas Didik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Atikah IW

Tags

Artikel Terkait

Terkini