Selain itu, Jasa Marga juga terus melanjutkan kerja sama dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) sebagai upaya mengoptimalkan pelaksanaan tugas, fungsi, dan bisnis sebagai BUMN yang bergerak di bidang pengusahaan jalan tol, serta meminimalisir risiko hukum yang menghambat kinerja Perseroan, terlebih lagi saat ini terdapat sejumlah proyek strategis nasional yang tengah dikerjakan Perusahaan.
Baca Juga: Peruri Berkomitmen Dukung Denpasar Menjadi Smart City Berbasis Budaya
Jasa Marga juga berhasil meraih tujuh penghargaan AKHLAK Award di ajang Refleksi 2 Tahun AKHLAK BUMN – AKHLAK Award 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN bekerja sama dengan ACT Consulting Internasional pada tahun 2022 lalu.
Penghargaan yang diraih oleh Jasa Marga, yaitu kategori BUMN Klaster Jasa Infrastruktur dan sebagai satu dari dua BUMN yang berhasil meraih capaian implementasi pada enam tata nilai AKHLAK dengan lengkap, yaitu Indeks Implementasi Nilai Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.
Sebagai alternatif pendanaan infrastruktur jangka panjang, Jasa Marga telah menerbitkan sejumlah pendanaan berbasis ekuitas, mulai dari Sekuritisasi, Project Bond, Komodo Bond, dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) berbasis ekuitas sejak tahun 2017.
Baca Juga: PLN Grup Bawa Komitmen Investasi Kelistrikan dan Beyond kWh dari Indonesia-China Business Forum
Di tahun 2022, Jasa Marga melanjutkan program asset recycling sebagai strategi korporasi untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan kesinambungan bisnis Perseroan dengan membentuk sub holding PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melalui Spin-off (pemisahan) yang dilanjutkan dengan kegiatan equity fundraising melalui PT JTT sebagai tindak lanjut untuk mendapatkan alternatif pendanaan baru berbasis ekuitas.
Hingga Triwulan III Tahun 2023, Jasa Marga mengelola total panjang tol operasi hingga 1.260 Km dengan total konsesi mencapai 1.736 Km.
Dalam mengelola proyek jalan tol baru yang ditargetkan selesai secara bertahap pada 2022-2025, Jasa Marga berkomitmen mengimplementasikan prinsip GCG untuk sejumlah proyek yang tengah berjalan yaitu, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta NYIA Kulonprogo, dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi.***
Artikel Terkait
Gelar FGD Penerapan Faktor ESG, Jasa Marga Targetkan Naik Level Wujudkan Proses Bisnis Jalan Tol Berkelanjutan
Jasa Marga Raih Best Brand Popularity & Best Commercial Reputation di Ajang 5th Anniversary BUMN Awards 2023
Direktur Utama Jasa Marga Raih Penghargaan di Ajang CBF Indonesia CEO Achievement Awards 2023
UMKM Binaan Jasa Marga Unjuk Gigi di Trade Expo Indonesia 2023 dan Solo Great Sale 2023
Kontribusi Tekan Polusi, Jasa Marga Tanam 2.400 Bibit Pohon Lewat Program Gotong Royong Boyong Pohon