Di Awal Jabatan Dihadang Pandemi, Erick Perkuat BUMN Kesehatan dan Ultra Mikro

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 25 Oktober 2023 | 10:15 WIB
Ilustrasi - Di Awal Jabatan Dihadang Pandemi, Erick Perkuat BUMN Kesehatan dan Ultra Mikro. (Dok. Forum Humas BUMN)
Ilustrasi - Di Awal Jabatan Dihadang Pandemi, Erick Perkuat BUMN Kesehatan dan Ultra Mikro. (Dok. Forum Humas BUMN)

Kabar BUMN – Pandemi Covid 19 memang telah berlalu. Namun, pagebluk itu memberikan Pelajaran berharga, yaitu manusia sulit memprediksi kapan dia akan datang. Atas dasar itu, Indonesia perlu memitigasi risikonya, antara lain dengan memperkuat deretan perusahaan Kesehatan di tanah air serta BUMN pendukung sektor usaha mikro hingga kecil. Karena Pandemi mengajarkan, bukan hanya sektor kesehatan yang terpukul, melainkan juga perekonomian.

Itu pula yang mendorong Menteri BUMN Erick Thohir untuk bekerja keras memperkuat BUMN Kesehatan. Salah satunya adalah dengan membentuk Holding BUMN Kesehatan. Holding ini terdiri atas Biofarma, Indofarma, dan Kimia Farma.

BUMN di sektor kesehatan ini memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan kesehatan nasional. Erick menegaskan, BUMN sektor kesehatan terus memperkuat konsolidasi setelah terbentuk dalam satu holding.

Baca Juga: Menuju Indonesia Net Zero Emission, Pertamina Patra Niaga Suplai Energi yang Lebih Baik Bagi Pelaku Industri

"Saya sudah targetkan untuk lima tahun ke depan, industri kesehatan BUMN bisa ambil ceruk pasar 15 persen-20 persen," ujar Erick.

Erick meyakini targetnya mampu terealisasi. Pasalnya, BUMN-BUMN tersebut memiliki sumber daya yang lengkap dalam sektor kesehatan, baik dari aspek logistik, klinik, obat, hingga vitamin. Erick menyampaikan penguatan BUMN sektor farmasi juga menjadi bentuk kesigapan pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya pandemi di masa yang akan datang.

Pandemi adalah momok yang harus dihadapi dengan persiapan matang dan sigap dalam menghadapi tantangan di sektor kesehatan, bahkan juga ekonomi dan moneter yang menyertainya.

Baca Juga: Terapkan Teknologi Biometric dalam Transformasi Digitalnya, BSI Raih Penghargaan dari The Digital Banker

Untuk itu, Erick pun segera membentuk BUMN Holding Ultra Mikro pada Triwulan III tahun 2021 dipimpin oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Holding ini berfokus pada peningkatan pemberdayaan dan menyediakan pembiayaan yang lebih lengkap dan lebih murah bagi pelaku usaha mikro di Indonesia.

“Ketika pemerintah berbicara tentang Indonesia Maju, maka di dalamnya ada kemajuan segmen ultra mikro, melalui penguatan ketahanan ekonomi dan pertumbuhan berkualitas, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan kualitas SDM terutama pengusaha Ultra Mikro dengan pemberdayaan melalui holding ini,” ujar Erick.

Beberapa program andalam dalam Holding Ultra Mikro ini adalah PNM Mekaar dan ULaMM. Dimana hingga Mei 2023 tercatat telah menjaring 14,5 juta nasabah aktif dengan total aset mencapai Rp 51,6 triliun. Total penyaluran sebesar Rp 24,1 triliun dan baki debet mencapai Rp 45,1 triliun.

Baca Juga: Komitmen Hasilkan Produk Halal: Bio Farma Raih Best Corporate Achievement on Halal Innovation

Saat ini, PNM yang berupaya untuk lebih banyak menjangkau pelayanan terhadap UMK dengan 4.213 kantor layanan PNM Mekaar dan 642 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia.

Upaya pengembangan UMKM juga didorong melalui pemanfaatan PaDi UMKM yang hingga saat ini sudah menembus angka 40.000 UMKM.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini