Di Awal Jabatan Dihadang Pandemi, Erick Perkuat BUMN Kesehatan dan Ultra Mikro

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 25 Oktober 2023 | 10:15 WIB
Ilustrasi - Di Awal Jabatan Dihadang Pandemi, Erick Perkuat BUMN Kesehatan dan Ultra Mikro. (Dok. Forum Humas BUMN)
Ilustrasi - Di Awal Jabatan Dihadang Pandemi, Erick Perkuat BUMN Kesehatan dan Ultra Mikro. (Dok. Forum Humas BUMN)

UMKM yang tergabung dalam Pasar Digital UMKM tersebut terus didukung untuk mengembangkan potensi bisnisnya, salah satunya dengan penyaluran bantuan hingga Rp 24,4 triliun yang disalurkan dari 92 perusahaan serta anak perusahaan BUMN.

Baca Juga: Gelar HUT ke-26, IHC Berkomitmen Jaga Ketahanan Kesehatan Nasional

Selain mendorong pertumbuhan UMKM melalui pemanfaatan PaDi UMKM serta Pasar Digital UMKM nya, program pembiayaan bersubsidi pemerintah dengan bunga rendah yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga secara konsisten dialirkan untuk memicu perkembangan UMKM.

Distribusi KUR HIMBARA dalam kurun waktu 4 tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2019, penyaluran KUR HIMBARA sebesar Rp 130,7 triliun, meningkat hingga angka Rp 188,1 triliun pada 2020, kemudian mencapai Rp 260,3 triliun pada tahun 2021 dan menembus angka Rp 355 triliun pada 2022.

Kesehatan dan Pariwisata

Baca Juga: Hijaukan Kemayoran, Angkasa Pura Airports Tanam 350 Bibit Pohon Serta Gelar Aksi Bersih Hutan Kota

Uniknya, Erick juga sukses memadukan BUMN di Bidang Kesehatan dengan Pariwisata. Kali ini dalam proyek di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan pertama di Indonesia yang terletak di kawasan Sanur, Bali.

Disini, Menteri BUMN memadukan BUMN Farmasi dan BUMN Pariwisata untuk mengembangkan kawasan, dengan mendirikan Bali International Hospital yang bekerjasama dengan Mayo Clinic sebagai rumah sakit terbaik di Amerika Serikat dan terpercaya di industri kesehatan dunia.

Dikelola Hotel Indonesia Natour selaku anak usaha InJourney, KEK Sanur, dibangun sebagai wisata medis pertama di Indonesia, yang diproyeksi membuka peluang senilai Rp 97 triliun yang selama ini hilang karena dua juta Warga Negara Indonesia yang pergi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Baca Juga: Tumbuh Positif, Pelindo Catatkan 125 Juta Ton Arus Barang di Triwulan III 2023

"Kita undang dokter diaspora Indonesia yang berada di luar negeri untuk kembali ke Indonesia. Yang menarik, dokter diaspora banyak yang akan pulang kampung, saat ini ada 10 yang sudah mendaftar. Kalau dokter bisa kembali ke Indonesia, kita sudah siapkan industrinya, ada spesialis kecantikan, rambut, jantung, kanker, dan kulit, ini bagus untuk ekonomi Bali," ucapnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini