Kabar BUMN - Hadir sebagai panelis dalam Singapore International Energy Week (SIEW) 2023 yang digelar pada 20 - 24 Oktober lalu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan selama tiga tahun ini PT PLN (Persero) telah melakukan transformasi perusahaan demi menyambut datangnya era energi bersih dan mencapai target Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060 atau lebih awal.
Upaya paralel terus dilakukan PLN demi meningkatkan porsi pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) hingga mencapai target 75% dalam sistem PLN pada 2040
Untuk bisa mencapainya, PLN sangat memahami pentingnya sistem jaringan transmisi yang kokoh. Jalur transmisi yang ramah lingkungan ini dibesut PLN lewat Green Super Grid, yang juga sejalan dengan langkah ASEAN ingin memperkuat sistem jaringan interkoneksi antarnegara.
Baca Juga: 78 Tahun PLN Hadir Listriki Indonesia, Rasio Elektrifikasi Nasional Capai 99,74%
"Tidak ada transisi tanpa transmisi. Rencana yang dibuat oleh PLN sejalan dengan cita-cita bersama ASEAN Power Grid yang telah disepakati pada KTT ASEAN silam di Jakarta," jelas Darmawan.
Lewat jaringan transmisi yang kokoh, Indonesia akan bisa menambah kapasitas pembangkit listrik berbasis air dan panas bumi hingga 32 Gigawatt (GW). Pengembangan smart grid dan flexible generation juga bisa mendorong peningkatan kapasitas pembangkit surya dan angin yang semula 5 GW menjadi 28 GW.
Langkah agresif Indonesia ini dianggap bisa mengakselerasi transisi energi di kawasan. Lewat ASEAN Power Grid, maka negara-negara di ASEAN juga bisa mempercepat distribusi energi bersih dan memaksimalkan akses listrik yang andal bagi seluruh masyarakat.
Baca Juga: Makin Bermanfaat, FABA PLN Jadi Beton untuk Jalan Tol Jogja-Solo dan Bawen-Jogja
Menurut Darmawan, percepatan proyek energi lintas negara seperti ASEAN Power Grid juga membutuhkan kombinasi kemauan politik, harmonisasi peraturan, dukungan keuangan, keahlian teknis, dan keterlibatan pemangku kepentingan yang efektif.
“ASEAN Power Grid bukan hanya soal listrik. Namun hal ini mencerminkan kekuatan baru ASEAN. Menjadikan ASEAN yang bersatu demi kemakmuran bagi kawasan Asia Tenggara,” ungkap Darmawan.
Darmawan memastikan PLN membuka ruang seluas-luasnya kerja sama investasi dalam mewujudkan ASEAN Power Grid. PLN membuka kolaborasi kebijakan, teknologi, inovasi bahkan pendanaan yang mengedepankan prinsip fairness. Sehingga, program transisi energi bukan hanya mencapai masa depan yang lebih baik tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Baca Juga: PLN Grup Bawa Komitmen Investasi Kelistrikan dan Beyond kWh dari Indonesia-China Business Forum
"Kami yakin upaya bersama ini juga tidak lepas dari potensi ekonomi yang mampu mendorong seluruh perekonomian negara ASEAN. Untuk itu, kami percaya bahwa iklim investasi yang baik dan menarik menjadi penting. Kami mengedepankan aspek keberlanjutan, potensi risiko yang tertangani dengan baik dan pengembalian investasi yang menjanjikan," tegas Darmawan.
Lebih lanjut, Darmawan mengajak seluruh negara kawasan untuk bisa mempercepat target transisi energi. Kolaborasi dan kerja sama investasi yang konkret jadi langkah strategis untuk bisa memperkuat kemitraan kawasan Asia Tenggara dan menjawab tantangan trilema energi yaitu security, affordability dan sustainability.
Artikel Terkait
Program Co-Firing PLTU PLN Mampu Tekan Emisi Karbon Hingga 717.616 Ton CO2
Gandeng TBEA, PLN Bawa Ilmu dari Negeri China untuk Kembangkan Manufaktur Ketenagalistrikan
Hindari Pelanggaran, Begini Tips PLN untuk Pemakaian Listrik Secara Benar
Sambut Inisiatif PLN, Lembaga Penjamin Investasi China Teken MoU Perkuat Pendanaan Hijau
Di Konferensi Kelistrikan se-Asia Pasifik, PLN Paparkan Skenario Transisi Energi Menuju NZE 2060