Baca Juga: MAGENTA BUMN: Pupuk Kaltim Buka Lowongan Magang untuk Jenjang D3-S1, Simak Syarat dan Ketentuannya!
Meskipun beban pokok pendapatan mengalami peningkatan karena masih terdampak kenaikan harga bahan bakar yang terjadi di kuartal III tahun lalu, upaya-upaya efisiensi dan optimalisasi yang dilakukan SIG secara berkelanjutan baik dari sisi pengendalian biaya maupun operasi, memberikan kontribusi pada peningkatan profitabilitas.
Menjelang akhir tahun 2023, Vita Mahreyni mengatakan bahwa Perusahaan berfokus mencapai kinerja solid dan pertumbuhan dibandingkan tahun 2022.
“Di tengah tantangan persaingan pasar yang ketat serta tekanan biaya komoditas, SIG mampu membuktikan kinerja yang teruji melalui konsistensi fokus pada pengelolaan pasar, optimalisasi program-program efisiensi untuk mencapai operational excellence, serta penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan untuk mencapai target dekarbonisasi di berbagai lini”, tutur Vita Mahreyni.
Baca Juga: Patra Malioboro, Rekomendasi Hotel Nyaman dan Lokasi Super Strategis di Yogyakarta
Komitmen Dekarbonisasi
Sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan akselerasi Net Zero Emissions pada tahun 2060, SIG telah menjalin kolaborasi dengan PT PLN (Persero) untuk mendorong penggunaan listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan berupa panel surya di area operasional SIG.
Pada tahap awal implementasi, direncanakan penggunaan panel surya sekitar 5,4 MWp - 32 MWp per lokasi dan akan semakin dikembangkan kapasitasnya dalam memenuhi kebutuhan listrik Perusahaan.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Warung Coto Makassar yang Hits dan Wajib Disinggahi saat ke Makassar
Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target Perseroan dalam penurunan intensitas emisi Cakupan 2 sebesar 24% di tahun 2030.
SIG membuktikan resiliensi tak hanya dari capaian bisnis, tetapi juga operasional berkelanjutan yang menjadi daya saing Perusahaan. Hingga akhir kuartal III/2023, substitusi energi panas (TSR) menjadi 7,29%.
Emisi GRK Cakupan 1 turun 16,94% menjadi 588 kg CO2/ton semen ekuivalen dari baseline 2010 (708 kg CO2/ton semen ekuivalen). Capaian ini diperoleh dari penurunan clinker factor, penggunaan bahan bakar alternatif sebagai substitusi batu bara, dan optimalisasi Specific Thermal Energy Consumption (STEC).
Baca Juga: Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Dilanjutkan Waskita, Menhub Lakukan Groundbreaking
Produk dan Solusi Berkualitas SIG
Artikel Terkait
Inovasi Sistem Pemantauan Tambang SIG Raih ‘Anugerah Inovasi Indonesia 2023’
Jaga Hubungan dengan Pelanggan, SIG Gelar Retailer Gathering
Terapkan Teknik Pertambangan yang Baik, SIG Borong Empat Penghargaan Good Mining Practice 2023
Pakai Data Analytics untuk Tingkatkan Keunggulan Operasional, SIG Manfaatkan Cloud Amazon Web Services
Bantu Masyarakat di Tengah Kemarau Panjang, SIG Salurkan 906 Ribu Liter Air Bersih