Kabar BUMN - PT PLN (Persero) menjajaki potensi kerja sama dengan perusahaan China Three Gorges (CTG) dan Sarawak Energy Berhad dalam pengembangan hydropower.
Penjajakan kolaborasi global tersebut dilakukan dalam Courtesy Meeting di sela rangkaian World Hydropower Congress (WHC) yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Selasa (31/10).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, PLN berkomitmen menuju transisi energi guna menyelamatkan bumi yang makin memanas.
Baca Juga: Luncurkan 6 Produk Baru, Kini BSI Pasarkan Lebih dari 20 Produk Reksa Dana Syariah
Di bawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, PLN berhasil menghapus rencana penambahan 13 Giga Watt (GW) energi batu bara untuk mereduksi emisi karbon sebesar 1,8 miliar metrik ton dalam kurun waktu 25 tahun.
”Apakah itu cukup? Tidak, itu tidak cukup. Hari ini acara World Hydropower Congress yang luar biasa memberi kita rasa bangga. Komunitas-komunitas baik lokal dan internasional yang tadinya terpecah-pecah menjadi bersatu, memberikan kita rasa keyakinan yang kuat, apapun tantangan yang ada akan mampu untuk terus melangkah ke depan,” ujar Darmawan.
Saat ini PLN ujar Darmawan, tengah mengusung strategi Accelerated Renewable Energy Development (ARED) guna meningkatkan energi baru terbarukan sebesar 75% atau setara dengan 61 GW hingga tahun 2040 melalui pembangunan green enabling transmission line.
Infrastruktur tersebut dilengkapi dengan smart grid serta flexible generation sehingga listrik yang bersumber dari EBT di lokasi isolated dapat disalurkan ke pusat-pusat demand secara andal dan berkelanjutan.
Baca Juga: Menikmati Ketenangan dan Menjelajahi Surga Bawah Laut yang Masih Terjaga di Nusa Lembongan
”Dengan cara ini, kita dapat meningkatkan hydropower sebesar 25,3 GW, dan juga 6,7 gigawatt dari geothermal. Kami juga merancang dan mengembangkan smartgrid yang canggih, sehingga kita mampu menambah 28 GW dari tenaga surya dan angin,” ungkap Darmawan.
Transisi energi ini sangat penting bagi Indonesia tutur Darmawan karena akan menyediakan energi berkelanjutan untuk menjaga momentum pembangunan ekonomi yang pesat, mempercepat pertumbuhan, membangun kapasitas nasional, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, mengentaskan kemiskinan namun pada saat yang sama, menjaga lingkungan.
Namun demikian, upaya besar ini tidak akan mampu dijalankan sendiri, melainkan dengan kolaborasi.
Darmawan pun mengajak China Three Gorges (CTG) dan Sarawak Energy Berhad untuk menggali potensi kerja sama dalam mengakselerasi transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE).
Baca Juga: Di Hadapan Presiden Joko Widodo, Dirut PLN Paparkan Pengembangan Hydropower di Tanah Air
Artikel Terkait
Catatkan Peningkatan Pendapatan, SIG Raih Laba Rp1,71 Triliun
Melirik Keeksotisan Pantai Palahidu, Surga Tersembunyi di Wakatobi
BBM Non Subsidi Pertamina Turun Harga, Pengamat Ekonomi Sumut: Pertamina Lebih Kompetitif
Kuartal III-2023, PT Timah Tbk Bukukan Pendapatan Rp6,4 Triliun
Sinergi Pertamina dan Aparat Penegak Hukum Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi