Pupuk Indonesia Dorong Pabrik Pupuk Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 3 November 2023 | 16:30 WIB
Pupuk Indonesia jalin kerja sama terkait Revamping Ammonia Plant-2 Project. (Dok. Pupuk Indonesia)
Pupuk Indonesia jalin kerja sama terkait Revamping Ammonia Plant-2 Project. (Dok. Pupuk Indonesia)

Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen membantu Pemerintah Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission 2060.

Untuk itu, Pupuk Indonesia terus meningkatkan daya saing proses produksi pupuk nasional dengan mengadopsi teknologi ramah lingkungan yang lebih efisien dalam konsumsi energi.

Upaya ini dilakukan melalui proyek revamping pabrik Ammonia-2 yang dijalankan oleh salah satu anak usahanya, yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

Baca Juga: Kementerian BUMN Angkat Anggota Direksi Baru Pupuk Indonesia

Pengembangan ini tertuang dalam penandatanganan Revamping Ammonia Plant-2 Project EPC Contract Signing Ceremony yang dilakukan oleh Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo dengan Presiden Direktur & CEO Tripatra Engineers & Constructor Raymond Naldi Rasfuldi dan disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi dan Komisaris Utama Pupuk Kaltim Eka Sastra, Rabu (1/11/2023).

“Kerja sama revamping ammonia plant-2 ini sangat penting mengingat tantangan dunia saat ini mengharuskan kita semua lebih efisien, lebih kompetitif, lebih profitable, dan di saat yang bersamaan harus lebih ramah lingkungan, less carbon society atau less carbon economy itu sebuah keniscayaan,” demikian ungkap Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi.

Rahmad berharap pengembangan atau revamping ammonia plant-2 Pupuk Kaltim menjadi contoh bagi pelaku industri pupuk nasional dalam meningkatkan efisiensi pada pabrik lama.

Baca Juga: Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Stok 188 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi untuk Sulawesi Selatan

“Saya apresiasi atas kerja keras tim Pupuk Kaltim bersama tim Tripatra yang sudah berhasil mencapai titik ini.

“Program ini sangat baik karena tidak hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga ada pengurangan emisi karbon sehingga menjadi contoh di Indonesia, eksisting fasilitas yang sudah tidak efisien bisa dibuat lebih efisien dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo menyatakan bahwa pengembangan atau revamping ammonia plant-2 Pupuk Kaltim akan mengadopsi teknologi rendah energi sehingga pabrik yang ditargetkan selesai pada akhir 2025 ini lebih efisien dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Perbaiki Kualitas Udara Jakarta, Pupuk Indonesia Tanam 5.324 Pohon di Jabodetabek

“Ini merupakan pabrik tertua yang ada di Pupuk Kaltim yang telah beroperasi semenjak 1984.

Revamping ini dilakukan agar pabrik ammonia 2 Pupuk Kaltim yang saat ini memiliki konsumsi energi sangat tinggi dapat lebih efisien dengan perubahan fasilitas teknologi yang digunakan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini