Jadi Jantungnya Indonesia, Hari Listrik Nasional ke-78 Tegaskan Komitmen PLN Lanjutkan Transformasi

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 6 November 2023 | 16:30 WIB
Menteri BUMN bersama Komisaris Utama PLN, Direktur Utama PLN dan Wakil Komisaris Utama PLN memasukan kartu sebagai simbol dimulainya transformasi 2.0 PLN. (Dok. PLN)
Menteri BUMN bersama Komisaris Utama PLN, Direktur Utama PLN dan Wakil Komisaris Utama PLN memasukan kartu sebagai simbol dimulainya transformasi 2.0 PLN. (Dok. PLN)

Kabar BUMN - Hari Listrik Nasional ke-78 jadi momen penegasan peran PT PLN (Persero) untuk melanjutkan langkah transformasi demi Indonesia lebih baik ke depan.

Setelah berhasil menjalankan transformasi 1.0 kini PLN melanjutkan ke transformasi 2.0.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan PLN seperti jantung pada tubuh manusia.

Baca Juga: HLN ke-78, Donasi Pegawai PLN Berhasil Nyalakan Mimpi 2.587 Rumah Keluarga Kurang Mampu

Menurut dia, PLN berperan kritis dalam mendorong kemajuan di berbagai bidang.

“PLN adalah jantungnya Indonesia. Jantung itu adalah alat memompa darah untuk tubuh kita.

“Sedangkan listrik fungsinya adalah memastikan bagaimana rakyat Indonesia bisa hidup lebih sejahtera. Bisa belajar karena ada lampu, bisa berusaha karena ada lampu.

Baca Juga: Tegakkan Prinsip Operasional yang Berkelanjutan, PLN Restorasi 308 Hektar Lahan Tandus Jadi Paru-Paru Baru

“Hingga listrik ini dapat mendorong industrialisasi Indonesia menjadi negara maju,” kata Erick Thohir dalam sambutan perayaan HLN di Indonesia Arena, Sabtu (4/11).

Erick mengapresiasi PLN yang selama tiga tahun terakhir terus bertransformasi menjadi perusahaan yang tidak hanya penyedia listrik saja namun menjadi perusahaan energi terdepan.

Khususnya dalam transformasi digital dan mengembangkan listrik hijau merupakan jawaban PLN atas krisis pemanasan global dan adaptasi terhadap perubahan di dunia industri.

Baca Juga: Optimalisasi Aset dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal, PLN Icon Plus Hadirkan ICON HUB

"PLN harus berani bertransformasi karena ini era listrik hijau.

“Kalau kita tidak menghasilkan listrik hijau, barang produksi di Indonesia, barang-barang UMKM yang diproduksi sekarang, tidak bisa diperjualbelikan karena harus menggunakan listrik hijau.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini