Baca Juga: PHKT Sukses Dampingi dan Kembangkan Kampung Kopi Luwak Hingga Dikenal Sampai Mancanegara
Proyek ini memiliki luas sekitar 21.341 m2 yang terdiri dari 5 lantai dan 1 basemen.
Jika rampung, maka akan menambah kapasitas rawat inap rumah sakit sebanyak 139 unit tempat tidur ICU, dan 170 unit tempat tidur non-ICU.
Hal ini akan semakin memperkuat peran rumah sakit RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Rs Ngoerah sebagai rumah sakit rujukan terbesar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Sebagai informasi, rumah sakit ini mulai dibangun pada tahun 1956 dan diresmikan pada tanggal 30 Desember 1959 dengan kapasitas 150 tempat tidur.
Pada tahun 1962 bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sebagai RS Pendidikan.
Baca Juga: Bingung Menentukan Destinasi Liburan ke Luar Negeri? Ini 6 Alasan Harus Pilih Singapura
Pada tahun 1978 menjadi rumah sakit pendidikan tipe B dan sebagai Rumah Sakit Rujukan Terbesar di Bali.
Selain itu, melihat tingginya angka kematian ibu dan anak, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah juga berinovasi atau mengusung pembangunan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.
Artikel Terkait
Steak Kaki Lima di Jakarta dan Tangerang yang Direkomendasikan, Rasa Restoran Berbintang dengan Harga Merakyat
Rekomendasi 5 Tempat Wisata Menarik di Malang yang Wajib Dikunjungi
Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan EBT, PLN Bakal Pasok Listrik Hijau Untuk PTPN III dan Alfamidi
Berinovasi Kembangkan Layanan Digital, Jasa Marga Raih Penghargaan Indonesia Digital Ecosystem Summit 2023
BUMN Perum Produksi Film Negara Buka Lowongan Magang untuk Mahasiswa, Penempatan Jakarta