Berbagai kolaborasi ini searah dengan identifikasi perseroan terkait tantangan mismatch sumber energi baru terbarukan (EBT) yang terisolir dengan pusat demand listrik di perkotaan.
Baca Juga: Dorong Optimalisasi Energi Terbarukan, PTPN III Jalin Kerja Sama dengan PLN
"Kami telah mengidentifikasi adanya mismatch antara potensi EBT yang besar dengan pusat demand (listrik).
“Kami sedang dalam proses merancang pembangunan green enabling transmission line untuk memfasilitasinya," tambah Darmawan.
Tantangan berikutnya datang dari listrik EBT yang bersifat intermiten, fluktuatif dipengaruhi perubahan cuaca.
Baca Juga: Dirut PLN Kembali Tegaskan Komitmen Akselerasi Transisi Energi di Enlit Asia
Dalam hal ini, PLN siap membangun smart grid yang dilengkapi dengan flexible generation, smart transmission, smart distribution, hingga smart meter.
Untuk menyukseskan seluruh upaya tersebut, PLN telah merancang Accelerated Renewable Energy Development (ARED).
Melalui ARED, pengembangan green enabling transmission line dan smart grid akan terus didorong untuk memperkuat sistem suplai listrik hijau di Indonesia.
Baca Juga: Kaji Potensi Energi Angin di Indonesia, PLN Jalin Kolaborasi Dengan Powerchina
"Bisakah PLN melakukannya sendiri? jawabannya tidak.
“Ini adalah tantangan global, kita harus mengatasinya dengan cara yang terpadu.
“Komunitas global harus bersatu untuk mengatasi tantangan perubahan iklim," pungkas Darmawan.***
Artikel Terkait
Dorong Optimalisasi Energi Terbarukan, PTPN III Jalin Kerja Sama dengan PLN
Dirut PLN Kembali Tegaskan Komitmen Akselerasi Transisi Energi di Enlit Asia
Sukses Lakukan Transformasi Digital, Dirut PLN Raih Male Executive Of The Year Enlit Asia Power Energy Awards 2023
Ungguli Perusahaan Energi se-Asia, PLN Sukses Borong 5 Penghargaan Bergengsi dari Enlit Asia
Dongkrak Bauran EBT di Tanah Air, Komisi VII DPR Dukung Penuh PLN Kembangkan Super Grid, Smart Grid dan Smart Control Center