Ia menuturkan, untuk mengurangi emisi, PLN menambah pembangkit EBT sebesar 4 GW sepanjang 2011 hingga 2023.
Upaya tersebut mampu mengurangi emisi hingga 17,4 juta ton CO2.
Baca Juga: Kaji Potensi Energi Angin di Indonesia, PLN Jalin Kolaborasi Dengan Powerchina
PLN juga melakukan inovasi dengan menggunakan teknologi co-firing di 41 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang ada saat ini.
Co-firing adalah pembakaran dua jenis bahan bakar berbeda secara bersamaan.
Pada PLTU yang biasanya sepenuhnya berbahan bakar batu bara, co-firing dilakukan dengan menambahkan bahan bakar lain, seperti biomassa yang dibuat dari wood pallet atau sampah.
Baca Juga: Wujudkan Transisi Energi, PLN Hadirkan Listrik Hijau di Enam Pulau Terpencil Kepulauan Riau
Teknologi ini mampu mengurangi emisi karbon hingga 1,7 juta ton CO2.
Selain itu, penurunan emisi dihasilkan dari peningkatan efisiensi jaringan transmisi dan pembangkit.
Upaya ini mampu mengurangi emisi sebesar 10 juta ton CO2.
Baca Juga: Tanpa Kedip, Pembukaan FIFA World Cup U-17 Sukses dan Meriah dengan Listrik PLN Andal
PLN melakukan pula inovasi dengan memanfaatkan gas buang dari pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) combine cycle untuk menghasilkan listrik tambahan.
Upaya ini mampu mengurangi emisi sebesar 7,5 juta ton CO2.
"Selain menambah pembangkit baru berbasis energi baru terbarukan (EBT), PLN juga mengganti teknologi di PLTU yang sebelumnya berteknologi subcritical menjadi PLTU dengan teknologi supercritical dan ultrasupercritical.
Baca Juga: Wujudkan Kota Ramah Lingkungan, PLN Siap Penuhi Kebutuhan SPKLU di Ibu Kota Nusantara
Artikel Terkait
Dirut PLN Kembali Tegaskan Komitmen Akselerasi Transisi Energi di Enlit Asia
Sukses Lakukan Transformasi Digital, Dirut PLN Raih Male Executive Of The Year Enlit Asia Power Energy Awards 2023
Ungguli Perusahaan Energi se-Asia, PLN Sukses Borong 5 Penghargaan Bergengsi dari Enlit Asia
Dongkrak Bauran EBT di Tanah Air, Komisi VII DPR Dukung Penuh PLN Kembangkan Super Grid, Smart Grid dan Smart Control Center
PLN Kembali Buka Kolaborasi Global, Bersama 5 Perusahaan Dunia Sepakati Pengembangan Listrik Hijau Nasional