Rudi menambahkan, di tengah hiruk pikuk lalu lintas kendaraan pada jalur bisnis urat nadi penghubung wilayah Trans Jawa yang menjadi jalur favorit pengguna jalan serta lokasi dari berbagai proyek infrastruktur Pemerintah di koridor Jakarta-Cikampek seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung, LRT Jabotabek, Jalan Tol Cibitung-Cilincing hingga Jalan Layang MBZ di beberapa tahun terakhir, upaya peningkatan pelayanan lalu lintas yang telah dilakukan PT JTT juga memperhitungkan mitigasi risiko, khususnya yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas kendaraan.
Baca Juga: KAI Gelar Promo Tiket KA Bandara Kualanamu-Medan Berupa Diskon Hingga 40%.
“Mitigasi risiko yang dilakukan yaitu mengalihkan arus lalu lintas yang terdampak sebelum area pekerjaan, mempersempit area kerja, persiapan contraflow jika kondisi lalu lintas kendaraan padat, serta berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan PT Jasamarga Tollroad Operator selaku service provider PT JTT dalam pengaturan lalu lintas,” ujar Rudi.
Guna memastikan informasi terkait peningkatan layanan dapat diterima dengan baik oleh pengguna jalan, PT JTT secara aktif melakukan sosialisasi rencana pekerjaan dengan memasang media luar ruang berupa spanduk imbauan pekerjaan dan Dynamic Message Sign (DMS) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Layang MBZ.***
Artikel Terkait
Digital 5.0 KIP BUMN Awards 2023: Jasa Marga Raih 3 Penghargaan Keterbukaan Informasi
Tingkatkan Produktivitas Orang Tua di Lingkungan Kerja, Jasa Marga Luncurkan Layanan Daycare Travoy Kids
Berinovasi Kembangkan Layanan Digital, Jasa Marga Raih Penghargaan Indonesia Digital Ecosystem Summit 2023
Konsisten Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pelayanan, Jasa Marga Kembali Raih Penghargaan Emas di Ajang SNI Award 2023
Terus Tingkatkan Pelayanan Berbasis SNI, Jasa Marga Kembali Raih Penghargaan Emas di Ajang SNI Award 2023