SPMT juga telah melakukan pembaruan dan kelengkapan terhadap sertifikat layak operasi, pengecekan secara berkala sebelum melakukan kegiatan bongkar muat agar operasional tetap berjalan dengan efektif.
Termasuk juga lainnya SPMT telah melakukan peningkatan kompetensi dan kapabilitas melalui berbagai program training guna mendukung implementasi proses operasi yang berbasis planning & control.
Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan, Subholding Pelindo (SPSL) Genjot Akselerasi Digitalisasi Bisnis
Lebih lanjut dijelaskan Fiona, improvement di bidang infrastruktur diimplementasikan melalui pembangunan Integrated Planning & Control Room, standarisasi gate, dan sarana pendukung kegiatan operasi lainnya di lapangan.
Sementara itu penciptaan safety culture diimplementasikan dalam bentuk kelengkapan APD, safety briefing, pemasangan rambu dan marka, safety patrol serta sterilisasi area Terminal agar tercipta layanan bongkar muat yang aman dan mengutamakan keselamatan kerja.
“Sebagai penyempurna SPMT menggunakan sistem PTOS-M sebagai tools untuk meningkatkan visibilitas real time data transaction serta percepatan dan akurasi billing sehingga performa flow of document lebih optimal melalui monitoring penerbitan nota pada aplikasi PTOS-M. SPMT bertekad tidak akan berhenti bertransformasi, mengoptimalkan operasional, memperluas ekspansi bisnis, meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi yang terbaik untuk Indonesia,” pungkas Fiona.
Artikel Terkait
Realisasikan 2.100 ton Dekarbonisasi Bagi Indonesia, WIKA Tanam 700 Pohon di Jabodetabek
Jungle Cafe Trawas, Tempat Nongkrong Asyik di Mojokerto yang Kini Ada Bubble Snow Kids Pool Tempat Bermain Anak
Bisa Produksi Green Hydrogen dengan Cepat, Begini Inovasi yang Dilakukan PLN
Loker Magang di Indonesia Financial Group (IFG) untuk Mahasiswa S1, Ada 4 Posisi Tersedia, Simak Syaratnya
Rekomendasi Tempat Makan di Gang-gang Kecil di Jakarta, Meskipun Tersembunyi Tetap Diburu