”Kami telah merancang tiga aturan pokok dalam joint innovation center kali ini. Kami ingin JIC ini dapat menghasilkan produk baru, solusi baru, model baru, dan aplikasi baru tidak hanya dalam industri kelistrikan tapi juga Beyond kWh,” jelas Hartanto.
Hartanto optimistis, kolaborasi di antara dua giants ini akan menjadikan PLN sebagai perusahaan listrik dan beyond kWh yang tak hanya berjaya di Indonesia namun juga Asia Tenggara.
”Kami yakin bahwa inovasi bersama kita ini akan menjadikan PLN sebagai perusahaan terdepan di sektor ketenagalistrikan dan Beyond kWh, tidak hanya di Asia Tenggara melainkan di level dunia,” lanjut Hartanto.
CEO of Huawei Indonesia Guo Hailong optimistis JIC akan melahirkan banyak inovasi dan prestasi di antara kedua pihak.
”Saya sangat yakin kerja sama inovasi kita akan membuahkan banyak prestasi. Huawei sangat mengapresiasi hal ini, bahwa kami ikut berinovasi bersama PLN,” kata Guo Hailong.
Baca Juga: KAI Jamin Keamanan Data Layanan Face Recognition di Stasiun
Guo pun berharap kolaborasi semacam ini dapat dilanjutkan sehingga terbentuk ekosistem dan nilai bisnis yang unggul bagi tak hanya bagi PLN dan Huawei, tapi juga Indonesia.
”Jadi mari kita berinovasi, bekerja sama seperti bunga yang mekar untuk memperbaiki kekurangan, di masa depan mungkin dalam satu atau dua tahun kita akan melihat kembali hasil inovasi hari ini. Saya yakin ini akan menjadi momen yang luar biasa dan berkesan,” tutup Guo Hailong.***
Artikel Terkait
Pemerintah Dorong PLN Terus Kembangkan Produksi Hidrogen Sebagai Bahan Bakar Alternatif Ramah Lingkungan
639 Lulusan IT PLN Siap Jawab Kebutuhan Kompetensi SDM untuk Transisi Energi
Sediakan Kendaraan Dinas yang Efisien dan Ramah Lingkungan, PLN Lakukan Kerja Sama dengan Blue Bird
Panen Perdana, Kelompok Tani Hortikultura Poco Leok NTT Binaan PLN Raup Keuntungan Hingga Jutaan Rupiah
Dihadiri Presiden, PLN Sukses Layani Listrik Sail Teluk Cendrawasih 2023 di Biak, Papua Tanpa Kedip