Pertamina NRE Sampaikan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik di COP28 Dubai

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Minggu, 3 Desember 2023 | 06:00 WIB
Pertamina NRE Sampaikan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik di COP28 Dubai. (DOK.PT Pertamina New & Renewable Energy)
Pertamina NRE Sampaikan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik di COP28 Dubai. (DOK.PT Pertamina New & Renewable Energy)

Infrastruktur dan konektivitas akan mempermudah penyaluran rantai pasok, sehingga mampu mempercepat terwujudnya ekosistem kendaraan listrik.

Baca Juga: Berendam Tanpa Takut Kedinginan di Guci Forest Tegal, Kolam Renang Air Panas di Tengah Hutan Pinus yang Asri

Dukungan Pertamina NRE untuk ekosistem kendaraan listrik ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat elektrifikasi transportasi umum, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden No.55/2019 dan Instruksi Presiden No.7/2022.

Seluruh upaya Pertamina NRE ini dilakukan demi mempercepat terbentuknya ekosistem rantai pasok transportasi ramah lingkungan.

Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri Shinta Kamdani mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan kendaraan listrik.

Baca Juga: Mulai 4 Desember 2023 Pukul 00.00 WIB, Diberlakukan Penyesuaian Tarif Jalan Tol JORR, Akses Tanjung Priok dan Pondok Aren - Ulujami

“Walau masih permulaan, Indonesia banyak sekali potensinya dari pemanfaatan bahan baku sampai daur ulang baterai. Sektor swasta juga bisa terlibat dan mengambil peluang dari pengembangan ekosistem rantai pasokan kendaraan listrik,” ungkap Shinta.

Untuk menstimulus adopsi kendaraan listrik, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah. Untuk menarik konsumen, pemerintah memberikan insentif Rp7 juta untuk motor baru atau konversi. Dari sisi manufaktur, terdapat potongan Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10 persen untuk Tingkat Komponen Dalam Negeri yang mencapai 40 persen.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Rachmat Kaimuddin mengatakan Indonesia harus aktif menjadi aktor utama penyuplai kendaraan listrik, tidak hanya di tingkat nasional namun juga di regional.

Baca Juga: Mengenal Teru Teru Bozu, Boneka Putih Pengusir Hujan dari Jepang

“Indonesia mampu menjadi pemain utama penyuplai kendaraan listrik ke tingkat internasional. Upaya ini bisa dimulai dari mengekspor ke kawasan Asia Tenggara,” kata Rachmat.

Seluruh panelis dalam sesi tersebut menyepakati bahwa pemanfaatan bahan baku seperti nikel adalah peluang besar bagi Indonesia.

Selain itu, perlu ada langkah kolaboratif untuk meningkatkan kapasitas, teknologi, serta memanfaatkan keuntungan agar lebih kompetitif. Upaya ini akan berjalan lancar dengan dukungan kebijakan dari pemerintah.

Baca Juga: Infomedia Lakukan Evolusi Layanan Pelanggan dan Pengelolaan Proses Bisnis dengan Mengadopsi AI, Cloud dan Automation

Pada sesi tersebut, hadir pula Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia Francois De Maricourt serta Head of Metals and Mining at BloombergNEF Kwasi Ampofo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini