“Kami akan melakukan studi kelayakan terkait pembangkit listrik nuklir di Indonesia mengadaptasi teknologi reaktor modular kecil yang sudah dilakukan oleh Korsel," ujar Ruly.
Baca Juga: Jelang Final FIFA World Cup U-17, PLN Siapkan Pengamanan Listrik 5 Lapis di Stadion Manahan Solo
Perlu diketahui, KHNP merupakan satu-satunya perusahaan pembangkit listrik tenaga nuklir di Korea Selatan dan memiliki kompetensi serta keahlian yang komprehensif mengenai operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga nuklir, termasuk pelatihan dan kualifikasi operator, penanganan bahan bakar dan material nuklir, serta perizinan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Sementara itu, President & CEO KHNP, Joo Hwang mengapresiasi kerja sama antara kedua belah pihak dan mendukung target Indonesia dalam menuju Net Zero Emissions.
“Saya berharap MoU ini dapat menjalin hubungan kolaboratif yang mencakup pengenalan small modular reactor, penelitian dan pertukaran teknologi di bidang energi nuklir.
Baca Juga: Untuk Kali Kedua, PLN Nusantara Power Raih Penghargaan Annual Report Award
“Selain itu, kemitraan ini akan berkontribusi dalam mencapai tujuan Net Zero Emissions di Indonesia,” kata Joo Hwang.
Dia menjelaskan bahwa KHNP adalah operator pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar ketiga di dunia yang secara aman dan andal dengan pengalaman lebih dari 50 tahun dalam membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir dan bahkan mengekspornya hingga ke UEA.***
Artikel Terkait
COP28 Dubai Dibuka, Dirut PLN Ajak Kolaborasi Global Untuk Wujudkan NZE Nasional 2060
Jelang Final FIFA World Cup U-17, PLN Siapkan Pengamanan Listrik 5 Lapis di Stadion Manahan Solo
Bayar Tagihan Listrik PLN Rp 100 Ribu Dapat Official MerchandiseĀ Piala Dunia U-17, Simak Caranya
Sinergi BUMN di COP28 Dubai, PLN dan PTBA Kerjasama Manfaatkan FABA PLTU
Pasokan Listrik Aman, PLN Sukses Layani Final FIFA World Cup U-17 di Solo Tanpa Kedip