Listrik tersebut kemudian akan dipasok ke fasilitas produksi anak usaha Pupuk Indonesia, yaitu Petrokimia Gresik, untuk menghasilkan green hydrogen.
Selanjutnya, green hydrogen akan dikonversi menjadi green ammonia melalui pabrik amonia eksisting di kawasan industri pupuk di Gresik tersebut.
“Jadi peran Pupuk Indonesia dalam kerjasama ini adalah terkait penyediaan lahan untuk pabrik green hydrogen di Gresik. Kemudian mengonversi green hydrogen menjadi green ammonia, termasuk menyediakan fasilitas loading green amonia ke kapal laut untuk dijual ke konsumen di dalam dan luar negeri,” jelasnya.
Selain di Jawa Timur, Pupuk Indonesia bersama PLN juga menandatangani joint development study agreement (JDSA) atau perjanjian studi pengembangan bersama green hydrogen dan green ammonia pada kawasan industri Pupuk Kujang di Jawa Barat.
Selain untuk kebutuhan energi bersih masa depan, akselerasi pengembangan ini juga dimaksudkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan amonia sebagai bahan baku pupuk, karena amonia adalah bahan baku utama pupuk jenis Urea, NPK, ZA, dan sebagainya.
Baca Juga: Surveyor Indonesia Cabang Makassar Revitalisasi Sarana dan Prasarana Taman Binaan Kecamatan Tamalate
"Kerja sama ini semakin menguatkan posisi Pupuk Indonesia sebagai pemain global yang ke depan tidak hanya menjadi penyedia pupuk untuk mendukung ketahanan pangan, melainkan juga penyedia clean ammonia sebagai salah satu sumber energi bersih masa depan," jelas Rahmad.
Artikel Terkait
Pertamina Tampilkan Program Pemberdayaan Masyarakat di COP28 Dubai
Punya Vibes Ubud Tapi Bukan di Bali, Restoran Unik di Bandung Ini Tawarkan Sensasi Kulineran di Tepi Sungai
6 Kawasan yang Menjadi Titik Keramaian di Malam Pergantian Tahun Baru di Bandung
DAHANA Sukses First Blasting di Site CPM Sulawesi Tengah
Jalur KA Antara Stasiun Karanggandul – Karangsari yang Sempat Terdampak Longsor Sudah Bisa Dilalui