ASDP Optimalkan Sarana Prasarana Penyeberangan Guna Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Kendaraan saat Periode Libur Nataru 2023/2024

Photo Author
Atikah IW, Kabar BUMN
- Selasa, 5 Desember 2023 | 15:00 WIB
RDP Komisi VI DPR RI dengan sejumlah BUMN dengan Agenda Kesiapan BUMN Transportasi menghadapi Angkutan Natal dan Tahun Baru 2024 di Gedung Nusantara I DPR RI Senin (4/12). (Dok. ASDP)
RDP Komisi VI DPR RI dengan sejumlah BUMN dengan Agenda Kesiapan BUMN Transportasi menghadapi Angkutan Natal dan Tahun Baru 2024 di Gedung Nusantara I DPR RI Senin (4/12). (Dok. ASDP)

Kabar BUMN - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mengoptimalkan kesiapan sarana prasarana penyeberangan dan pelabuhan demi menunjang kelancaran dan ketertiban layanan pengguna jasa dalam rangka antisipasi lonjakan penumpang pada periode libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, khususnya di lintas utama Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Diperkirakan, jumlah penumpang mencapai lebih dari 3 juta orang dan lebih dari 700 ribu unit kendaraan yang akan dilayani angkutan penyeberangan di 10 lintasan dari 12 cabang terpantau nasional.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan peningkatan fasilitas pelabuhan dan juga akselerasi digitalisasi menjadi salah satu fokus utama ASDP untuk menunjang kelancaran arus libur nataru 2023/2024 ini.

Baca Juga: Sedang Cantik-Cantiknya, Taman Bunga Amarilis di Yogyakarta Jadi Incaran Wisatawan Sebagai Spot Foto Tahunan

“Optimalisasi layanan ini tentunya untuk mengantisipasi proyeksi produksi angkutan Nataru atau mobilisisasi penumpang di Pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk  yang diperkirakan naik sekitar 15% untuk periode H-8 hingga H+10,” ujarnya, di sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan sejumlah BUMN dengan Agenda Kesiapan BUMN Transportasi menghadapi Angkutan Natal dan Tahun Baru 2024 di Gedung Nusantara I DPR RI Senin (4/12).

“Tentunya, ASDP bersama stakeholder terkait memastikan kapasitas angkut dan fasilitas pelayanan memadai, baik dari sarana prasarana maupun kesiapan alur lalu lintas kendaraan,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, ASDP memprediksi puncak jumlah produksi kendaraan kecil atau mobil pribadi pada Nataru 2023/2024 akan meningkat kurang lebih 7%, atau sekitar 16.014 unit di Pelabuhan Merak, 7,5% atau 13.583 unit di Pelabuhan Bakuheni, dan 6% atau 8.596 unit di Pelabuhan Ketapang.

Baca Juga: Lowongan Magang PT Kawasan Industri Wijayakusuma, Tersedia Posisi Internal Audit Bagi Mahasiswa D3-S1

Mengantisipasi peningkatan ini, ASDP telah mempersiapkan 49 unit kapal siap operasi dan 7 pasang dermaga di Lintas Ketapang-Gilimanuk dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang, meliputi Pelabuhan Ketapang dengan 3 MB, 1 Ponton dan 3 Plengsengan; Pelabuhan Gilimanuk dengan 3 MB, 1 Ponton dan 3 Plengsengan.

ASDP juga mempersiapkan Pelabuhan Jangkar di Situbondo untuk memecah distribusi kendaraan.

Pelabuhan ini berjarak kurang lebih 65 km dari Pelabuhan Ketapang dengan waktu tempuh 1 jam 32 menit, sehingga dapat menjadi pelabuhan perbantuan pada saat peak season yang melayani lintasan Jangkar – Lembar, Nusa Tenggara Barat dengan waktu tempuh kurang lebih 15 jam.

Persiapan lain yang juga telah direncanakan adalah pengoperasian Dermaga Bulusan di Selatan Pelabuhan Ketapang.

Baca Juga: Di COP28 Dubai, Pertamina Sampaikan Potensi Panas Bumi dan Produk Sekundernya untuk Energi Terbarukan

“Sementara itu, ASDP juga telah melakukan peningkatan kapasitas dermaga II yang semula 3000 GRT menjadi 10000 GRT di Pelabuhan Merak, dan renovasi ruang tunggu penumpang regular di Pelabuhan Bakauheni. Peningkatan kapasitas ini memungkinkan kapal dengan daya angkut yang lebih besar dapat sandar. Ruang tunggu yang lebih memadai juga dapat meningkatkan kenyamanan penumpang selama menunggu waktu keberangkatan tiba,” jelas Shelvy.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atikah IW

Tags

Artikel Terkait

Terkini