"Kita butuh langkah-langkah, studi untuk penambahan kapasitas PLTS Terapung Cirata ini secara teknisnya seperti apa. Juga dampak terhadap sistem kelistrikan, karena produksi listrik dari EBT karakternya intermittent atau fluktuatif," tukas Darmawan.
Dirinya mengatakan, tantangan yang mesti dipecahkan kedua belah pihak adalah bagaimana menyeimbangkan fluktuasi EBT.
Hal ini penting untuk menjaga sistem PLN tetap stabil seiring banyaknya variabel EBT yang masuk.
"Kita akan merancang sistem kelistrikan yang stabil. Kita juga bangun smart grid dengan flexible generation, smart control center dan smart distribution agar semua bisa tertangani dan proyek ini bisa jalan dengan baik," imbuh Darmawan.
Baca Juga: Ragam Tempat Makan di Kawasan SCBD, yang Mewah Pasti Banyak yang Murah Pun Ada
Kerja sama PLN dengan Masdar untuk penjajakan pasar EBT Internasional juga menjadi salah satu momen penting bagi kedua pihak.
Darmawan mengatakan, PLN sangat siap untuk ekspansi bisnis dan berlaga di kancah global.
"Salah satu tujuan transformasi bisnis yang kami lakukan adalah menjadi perusahaan kelas dunia. Saat ini PLN memiliki kekuatan lewat Subholding untuk lebih leluasa melakukan ekspansi bisnis. Bersama Masdar, PLN akan mengepakkan sayap lebih luas lagi dalam bisnis kelistrikan global," tutup Darmawan.
Artikel Terkait
Pertamina Tampilkan Program Pemberdayaan Masyarakat di COP28 Dubai
Punya Vibes Ubud Tapi Bukan di Bali, Restoran Unik di Bandung Ini Tawarkan Sensasi Kulineran di Tepi Sungai
6 Kawasan yang Menjadi Titik Keramaian di Malam Pergantian Tahun Baru di Bandung
DAHANA Sukses First Blasting di Site CPM Sulawesi Tengah
Jalur KA Antara Stasiun Karanggandul – Karangsari yang Sempat Terdampak Longsor Sudah Bisa Dilalui