Reza berharap, FGD ini menjadi wadah untuk memberikan masukan yang membangun, baik untuk para pemangku kepentingan yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR serta seluruh pelaku usaha yaitu BUJT di Indonesia yang tergabung dalam ATI.
Baca Juga: Kuliner Magelang yang Harus Diburu dan Dinikmati Setelah Berkeliling Candi Borobodur
Ia menambahkan, industri jalan tol juga perlu mendapat dukungan dari Pemerintah dalam bentuk kebijakan fiskal, agar dapat terus berkembang dan menarik investor.
Dengan diselenggarakannya FGD Pengenaan PBB pada Jalan Tol ini diharapkan seluruh peserta yang berasal dari perwakilan BUJT anggota ATI mendapatkan pandangan dan masukan untuk meningkatkan iklim investasi yang kondusif dan keberlangsungan bisnis jalan tol.
ATI bersama Jasa Marga dan BUJT lainnya di Indonesia juga akan terus mendukung setiap langkah penyempurnaan terhadap kebijakan fiskal di industri jalan tol, seiring dengan kontinuitas pembangunan Nasional dan daerah secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Rekomendasi Gunung yang Cocok untuk Mengejar Matahari Terbit Pertama di Tahun Baru
Tiga Posisi Lowongan Kerja Tersedia di PT MUM Bagi D3/S1, Simak Syaratnya
Cantiknya Neun Cafe di Sanur Bali, Hangout Bareng Sahabat Berasa Lagi di Rumah Peri
Akselerasi Digitalisasi Konstruksi Raih Penghargaan Internasional, Hutama Karya Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Dirut KAI Tinjau Langsung Penanganan Jalur Terdampak Longsor di Petak Jalan Karanggandul-Karangsari, Kedua Jalur Sudah Dapat Dilalui