Kenalan dengan Ketua Baru Asosiasi Penyelenggara Sistem Komunikasi Kabel Laut Seluruh Indonesia (ASKALSI), Sosoknya Punya Jabatan Penting di Telkom

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 8 Desember 2023 | 07:00 WIB
Ketua Umum Baru ASKALSI yang juga menjabat sebagai EGM Service Operation Telkom Suharyoto (paling kiri) bersama lainnya di acara Munaslub dan Rakernas di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (6/12). (Dok. Telkom)
Ketua Umum Baru ASKALSI yang juga menjabat sebagai EGM Service Operation Telkom Suharyoto (paling kiri) bersama lainnya di acara Munaslub dan Rakernas di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (6/12). (Dok. Telkom)

Hasil kajian tersebut salah satunya membahas biaya regulasi di industri telekomunikasi saat ini telah melebihi 14%.

ASKALSI berharap pemerintah dapat menurunkan beban regulasi menjadi di bawah 10%.

Baca Juga: Berhasil Jaga Kualitas dan Mutu Layanan, Telkom Akses Raih Peringkat Emas SNI Award 2023

Hal itu demi menjaga kesehatan industri telekomunikasi yang menjadi pendorong bagi industri lainnya.

“Tantangan kompleks di dunia komunikasi membutuhkan ASKALSI untuk memimpin dengan integritas dan inovasi.

"Saya berharap agar ASKALSI terus mengembangkan infrastruktur, meningkatkan keamanan, dan memelihara standar tinggi dalam pelayanan.

Baca Juga: Telkom Hadirkan Program Partnership OCA, Media Bagi Pengusaha Kembangkan Bisnis Layanan Komunikasi

"Hal ini berguna untuk mendukung konektivitas yang andal dan efisien di seluruh Indonesia,” kata Dewan Pengawas ASKALSI, Marwan O. Baasir.

Pada kesempatan yang sama, ASKALSI juga meresmikan kantor sekretariat baru di The Telkom Hub, Gedung Graha Merah Putih, lantai 9, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 52, Jakarta.

Peresmian ini turut didukung oleh Telkom sebagai salah satu anggota ASKALSI yang memiliki kabel laut terpanjang di Indonesia.

Baca Juga: Ajak Generasi Muda Bangun Masa Depan Berkelanjutan, Telkom Kembali Gelar Kompetisi Sociopreneurship Innovillage

Diharapkan, kantor sekretariat baru ini akan memudahkan koordinasi antar anggota, meningkatkan teknologi SKKL.

Selain itu juga dapat memperkuat kerja sama dengan stakeholder lainnya, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Kemaritiman dan Investasi (Marinves), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perhubungan (khususnya Direktorat Jenderal Hubungan Kelautan), Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), dan Tim Nasional (Timnas).

“Di tengah proyeksi fluktuasi industri kabel laut global, pasar Indonesia cenderung meningkat dan berpotensi tumbuh 13,5 persen atau setara 220 juta pada Tahun 2027.

Baca Juga: Telkom Luncurkan Program ESG 2024 sebagai Bagian Transformasi TelkomGroup

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini