14 Kerja Sama Global yang Berhasil Dijaring PLN dalam COP28, dari Akselerasi EBT hingga Pensiun Dini PLTU

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 15 Desember 2023 | 17:30 WIB
Penandatanganan MoU kerja sama antara PLN dan TAQA dalam mendukung transisi energi di Indonesia di sela agenda COP28 di Dubai, UEA, Senin (4/12). (Dok. PLN)
Penandatanganan MoU kerja sama antara PLN dan TAQA dalam mendukung transisi energi di Indonesia di sela agenda COP28 di Dubai, UEA, Senin (4/12). (Dok. PLN)

Kedua belah pihak juga akan mengkaji integrasi sistem jaringan Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera.

Baca Juga: PLN Gelar Startup Day, Dorong Inovasi dan Pengembangan Usaha Produktif Era Digital

Tiga wilayah tersebut memiliki potensi EBT yang besar sehingga diperlukan sistem jaringan integrasi agar seluruh pasokan listrik bisa dialirkan kepada seluruh masyarakat.

Kedua, PT PLN (Persero) menyepakati kerja sama dengan Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) dalam pengembangan proyek potensial dalam penurunan emisi karbon secara signifikan dalam sektor ketenagalistrikan.

PLN bersama GEAPP akan mengakselerasi pencapaian transisi energi yang berkeadilan dan target net zero, infrastruktur kendaraan listrik dan juga pengembangan EBT di Indonesia.

Baca Juga: Dukung Peningkatan Daya Saing Industri Tanah Air, PLN Sediakan Layanan REC di Batam

Ketiga, PT PLN (Persero) menyepakati kerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan KfW untuk memanfaatkan Project Development Facility (PDF) yang dikelola oleh PT SMI untuk proyek-proyek Pumped Storage Hydroelectric Power Plant dalam rangka percepatan transisi energi di Indonesia.

Nantinya KfW bersama PT SMI akan memberikan dukungan dalam bentuk Feasibility Study dan Environmental & Social Scoping pada tahapan persiapan proyek PLTA Grindulu Pumped Storage 4×250 MW dan PLTA Sumatera Pumped Storage 2×250 MW.

Keempat, PT PLN (Persero) bersama Cirebon Electric Power (CEP), Asian Development Bank (ADB), dan Indonesia Investment Authority (INA) bersinergi dalam percepatan pemensiunan operasional PLTU Cirebon pada Desember 2035, lebih awal daripada Juli 2042.

Baca Juga: PLN Jajaki Kerja Sama dengan Perusahaan Asal UEA TAQA untuk Program Berikut

Upaya ini mampu menghindarkan emisi hingga 30 juta ton CO2.

Kelima, PT PLN (Persero) bersama Masdar perusahaan energi asal Uni Emirat Arab (UEA) sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.

Setelah sukses membangun PLTS Terapung Cirata, keduanya sepakat untuk melakukan kajian menambah kapasitas PLTS Terapung Cirata dan pengembangan bisnis energi untuk pasar internasional.

Baca Juga: PLN EPI Borong 8 Penghargaan Internasional LACP Spotlight dan Inspire Award 2023, Ini Rincian Lengkapnya

Keenam, PT PLN (Persero) bersama Pupuk Indonesia melakukan studi pengembangan ekosistem green hydrogen dan green ammonia untuk membangun Green Hydrogen Plant (GHP) yang akan disuplai dari PLTS dan listrik dari grid PLN yang didukung layanan Renewable Energy Certificate (REC).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini