Pertamina Energy Forum 2023: Upaya untuk Dorong Kolaborasi Hadapi Trilema Energi

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 19 Desember 2023 | 14:45 WIB
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memberikan sambutan saat acara Pertamina Energy Forum 2023 yang diselenggarakan di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Senin (18/12/2023). (Dok. Pertamina)
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memberikan sambutan saat acara Pertamina Energy Forum 2023 yang diselenggarakan di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Senin (18/12/2023). (Dok. Pertamina)

Anggota Dewan Energi Nasional, Dr. Satya Widya Yudha, M.Sc menyampaikan terkait ketahanan energi Indonesia dalam menghadapi perubahan Iklim.

Ada empat indikator ketahanan energi Indonesia yaitu availability, accessibility, affordability, dan acceptability.

Baca Juga: Pertamina Gandeng JERA untuk Wujudkan Emisi Nol Bersih di Indonesia

Dalam pembaruan kebijakan energi nasional terdapat grand strategy untuk tetap menjaga ketahanan energi dalam transisi energi yaitu memaksimalkan energi terbarukan dan meminimalkan penggunaan fosil (batubara dan gasoline).

PEF tahun ini, Pertamina juga meluncurkan Pertamina Energy Outlook 2023 dengan tema “Navigating Indonesia's Energy Transition: Climate Related Risk & Opportunity”.

Pada peluncuran tersebut Senior Vice President Strategy and Investment Pertamina, Henricus Herwin menyampaikan bahwa outlook energi Pertamina akan mengembangkan 3 skenario untuk memperhitungkan ketidakpastian tingkat pertumbuhan ekonomi dan laju transisi energi yaitu melalui skenario Ordinary State, Appropriate Sustainability, dan Economic Renaissance.

Baca Juga: Gandeng Perusahaan Asal Jepang, Pertamina Percepat Inisiatif Transisi Energi Melalui Asuransi Perdagangan dan Fasilitas Kredit

Ordinary State merupakan skenario pada kondisi pertumbuhan ekonomi tidak terlalu jauh dari tren historis masa lalu Indonesia, di mana masih dibutuhkan perubahan structural untuk bisa meningkatkan statusnya dari negara berpendapatan menengah.

Selanjutnya Appropriate Sustainability, adalah skenario dengan Indonesia tetap meneruskan komitmen untuk melakukan transisi energi dengan implementasi energi hijau dan transisi energi yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

Terakhir, skenario Economic Renaissance, ketika Indonesia berhasil menjadi negara berpendapatan tinggi dengan product domestic bruto tinggi sehingga berpengaruh terhadap permintaan energi dan mendapat dukungan terobosan teknologi yang mampu menurunkan emisi secara signifikan.

Baca Juga: Jamin Ketersediaan Energi, Pertamina Bentuk Satgas Natal 2023 dan Tahun Baru 2024

Ketiga skenario tersebut dibangun berdasarkan tingkatannya, di mana Economic Renaissance masuk ke dalam high scenario.

Sedangkan Ordinary State dan Appropriate Sustainability masuk dalam low scenario.

Outlook energi Pertamina juga memperhitungkan implikasi bauran energi Indonesia jelang tahun 2060 seperti pengembangan batu bara, minyak, gas dan energi terbarukan.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Komitmen Energi Transisi dan Tata Kelola, Lima Penghargaan CNBC Indonesia Awards 2023 Jadi Buktinya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini