Dalam kesempatan ini, Julfi menjelaskan proyek Lumut Balai Unit 2 ini dikelola melalui kolaborasi antara Indonesia dengan negara-negara Indo-Pasifik, yaitu Jepang dan Tiongkok.
“Pertamina Geothermal Energy bekerja sama dengan tiga perusahaan dari Jepang, China, dan Indonesia, yaitu Mitsubishi Corporation, SEPCO III Electric Power Construction Co, Ltd. (SEPCO III), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. untuk mengembangkan proyek Lumut Balai Unit 2,” tutur Julfi.
Sedangkan dari sisi pendanaan, proyek ini telah mendapatkan stimulus dari Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar US$155 juta.
Selain Lumut Balai Unit 2, Pertamina Geothermal Energy juga tengah mengembangkan proyek panas bumi lainnya guna mencapai visi untuk menjadi 1 GW company dalam dua tahun mendatang.
Proyek tersebut antara lain Hululais (Unit 1 dan 2) sebesar 110 MW serta optimalisasi teknologi binary di area-area existing.
Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.**
Artikel Terkait
Pertamina Umumkan 19 Juara Nasional AJP 2023, Dirut Pertamina Nicke Widyawanti: Pencapaian Luar Biasa..
Pertamina Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan Jepang JOGMEC Terkait Pengukuran dan Penaksiran Emisi Metana untuk Percepat Transisi Energi
Pemred Media Massa Apresiasi Joglo Ayu Tenan, Mitra Binaan Pertamina yang Mendunia
Pertamina Energy Forum 2023: Upaya untuk Dorong Kolaborasi Hadapi Trilema Energi
Persiapan Pertamina Patra Niaga Jelang Natal dan Tahun Baru, Jamin Ketersediaan BBM dan LPG di Sulawesi Selama Libur Nataru