Tingkatkan Literasi Masyarakat Wilayah Terpencil, PTDI dan KOMINFO Bagikan Komik Komunika ke Daerah 3T

Photo Author
Atikah IW, Kabar BUMN
- Jumat, 22 Desember 2023 | 21:00 WIB
Komik komunika dibagikan pada masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan) yang minim akses komunikasi digital. (Dok. PTDI)
Komik komunika dibagikan pada masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan) yang minim akses komunikasi digital. (Dok. PTDI)

Dalam survey yang telah dihimpun di akhir tahun 2022 lalu, tema ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan tema yang paling banyak dipilih oleh pembaca.

Untuk memperkenalkan pembaca tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dan meningkatkan apresiasi dan kebanggaan terhadap produk-produk dalam negeri serta mengangkat teknologi industri penerbangan dalam Komik komunika, PTDI dan Direktorat Pengelolaan Media, Subdit Media Cetak Ditjen IKP KOMINFO telah membagikan 3.000 eksemplar ke berbagai di daerah 3T.

PTDI sebagai satu-satunya industri di negara Asia Tenggara yang mampu memproduksi pesawat terbang, sejarah Indonesia dalam melakukan produksi pesawat terbang pun juga terbilang cukup lama.

Kiprah PTDI menjadi salah satu industri strategis mampu memenuhi kebutuhan alat sistem persenjataan kedirgantaraan, serta alat transportasi udara baik dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Kini Pesan Tiket KAI Lewat Channel Mitra Penjualan Bisa 1 Jam Sebelum Jadwal Keberangkatan

Bukan waktu yang singkat dan banyak catatan penting yang harus digarisbawahi selama 47 tahun untuk bahan pembelajaran dan cermin bagi generasi yang akan datang.

Target Komik Komunika di daerah 3T juga selaras untuk memperkenalkan kepada pembaca produk pesawat type N219 yang sebagian besar komponen dan riset pembuatannya merupakan produksi karya Indonesia sendiri dan ditujukan untuk wilayah-wilayah 3T yang memiliki akses yang sulit.

Pesawat N219 merupakan hasil kerja sama PTDI dengan Badan Riset & Inovasi Nasional (sebelumnya LAPAN) yang pada tanggal 16 Agustus 2017 telah melakukan uji terbang perdana dan pada tanggal 10 November 2017 diberi nama “Nurtanio” oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Armada ini akhirnya berhasil memperoleh Type Certificate (TC) pada tanggal 22 Desember 2020 yang diterbitkan oleh Direktorat Kelaikudaraan & Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan RI, dengan nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar 44,69% yang kemudian akan terus ditingkatkan, sehingga dapat memberikan dampak pertumbuhan (spin-over) terhadap beberapa industri dalam negeri, termasuk industri di daerah, salah satunya dalam hal industri maintenance/pemeliharaan.

Baca Juga: Healing Murah Meriah di Padang Naik KA Pariaman Ekspres, Bayar Rp5.000 Bisa Sampai Pantai Gandoriah

Pesawat N219 dikembangkan secara khusus untuk dapat mendukung pembangunan konektivitas dan aksesbilitas daerah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan) dengan kemampuan Short Take Off Landing di landasan yang panjangnya kurang dari 800 meter dan tidak beraspal.

Dalam pemanfaatannya, pesawat N219 dapat digunakan dengan berbagai konfigurasi sesuai kebutuhan pengguna, baik untuk angkut penumpang, logistik, maupun medical evacuation dan flying doctor.

Untuk informasi mengenai isi Komik Komunika dapat membuka link sebagai berikut: https://www.webtoons.com/id/canvas/ptdi/ptdi/viewer?title_no=906839&episode_no=1 dan www.komin.fo/ptdi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Atikah IW

Tags

Artikel Terkait

Terkini