Direktur Manajemen Proyek dan EBT PLN Wiluyo Kusdwiharto menambahkan, program dedieselisasi PLTD ini diperkirakan mampu mengurangi konsumsi BBM hingga Rp 722,1 miliar dan menurunkan emisi CO2 kurang lebih 132 ribu ton per tahun.
”Dua klaster yang kita gagas pada LOI hari ini, akan membantu Indonesia dalam meningkatkan bauran EBT di sektor ketenagalistrikan secara masif. Potensinya mencapai 171 Gigawatt hour (Gwh) per tahun dan mampu menyala 24 jam non stop atas teknologi mutakhir yang kita gunakan,” ujar Wiluyo.
Wiluyo mengungkapkan, banyaknya tantangan di lapangan untuk menggodok program dedieseliasi. Tetapi atas kolaborasi yang dilakukan dirinya optimis, program ini akan mampu meningkatkan suplai listrik nonstop 24 jam untuk daerah terisolir.
"Dedieselisasi konversi EBT ini menggunakan konsep penghematan BBM terbesar," jelas Wiluyo.
Baca Juga: Pelindo Multi Terminal Transformasi Branch Tanjung Emas Melalui Implementasi PTOS-M
Managing Director Asia Pacific ib vogt GmbH, David Ludwig menyampaikan, pihaknya mengapresiasi PLN yang menyertakan perusahaannya dalam program dedieselisasi ini.
Dirinya mengakui bahwa program ini punya tantangan yang cukup besar, mengingat puluhan program akan dilakukan di pulau-pulau yang terisolir.
”Kami percaya proyek ini tidak hanya akan menggantikan PLTD di wilayah-wilayah tersebut, tetapi juga mampu menghadirkan pasokan listrik yang lebih andal dan berkelanjutan dengan harga terjangkau masyarakat. Kami yakin program ini akan benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat terpencil pada masa mendatang,” ucap David.
Baca Juga: Pantai Aloha, Tempat Wisata Gratis di PIK 2 yang Tawarkan Nuansa Seperti di Hawaii
Sementara, Presiden Direktur PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya, Yovie Priadi yang mewakili Konsorsium PT Indika Energy Tbk dan Infraco Asia Development Pte., Ltd. menyampaikan, pihaknya terus berinisiatif membangun proyek-proyek EBT di tanah air untuk membantu pemerintah mencapai target net zero emissions (NZE) di tahun 2060.
Oleh sebab itu, kepercayaan PLN dalam program dedieselisasi di klaster Indonesia bagian timur sangat disambut baik.
”Kami berharap dapat mendukung program dedieselisasi lebih lanjut ke depan. Di sini kami akan merancang, membangun dan mengoperasikan PLTS solar hybrid baterai di lokasi-lokasi yang tersebar di wilayah Indonesia bagian Timur,” tutup Yovie.***
Artikel Terkait
Sukses Uji Coba 100% Biomassa, PLN Lanjutkan Operasi PLTU Sintang 3x7 MW Tanpa Batubara
Konsisten Tingkatkan Inovasi Penyaluran Zakat, YBM PLN Raih Empat Penghargaan pada Anugerah Indonesia Fundraising Awards 2023
Sediakan Pelayanan Energi Bersih, PLN Suplai 90 GWh untuk CCEP Indonesia dengan Renewable Energy Certificate
Dua Tahun Berturut-turut Darmawan Prasodjo Raih Green Leadership Utama Award, PLN Borong 20 Proper Emas KLHK 2023
PT PLN Batam Buka Lowongan Magang, Benefit Uang Saku Rp125 Ribu/Hari dan Sertifikat dari BUMN, Penempatan Jakarta Selatan