CCS memerlukan investasi besar.
MOU antara pemerintah Indonesia dan ExxonMobil baru-baru ini mencakup investasi 15 miliar USD dalam industri bebas emisi CO2.
Sebagai perbandingan, proyek CCS Quest di Kanada membutuhkan 1.35 miliar USD untuk kapasitas 1.2 juta ton CO2 per tahun.
Data ini menyoroti pentingnya alokasi penyimpanan CO2 internasional dalam memfasilitasi investasi awal yang besar untuk proyek CCS.
Baca Juga: Rekor Baru! Pertamina Borong 34 PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Timor Leste, dan Australia juga bersaing berupaya menjadi pusat CCS regional, penting bagi Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai pusat strategis dan geopolitik.
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya membantu Indonesia dalam mencapai tujuan lingkungan global, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inovatif.***
Artikel Terkait
Rekor Baru! Pertamina Borong 34 PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Pertamina Jamin Pasokan Energi Selama Nataru Di Pulau Jawa, Berikut Rincian Persiapan dan Langkah Pertamina Group
Sukses Antarkan Pertamina Sebagai Pemimpin Transisi Energi, Nicke Widyawati Raih Green Leadership Utama
Tandatangani Amandemen Nota Kesepahaman, Pertamina - Sonatrach Perkuat Kerja Sama Migas dari Hulu hingga Hilir
Pertamina NRE – PT Inhutani I Tandatangani Perjanjian Komersial NEBS 30 Tahun di Wilayah PBPH Kalimantan Utara