Ini Bantuan yang Diberikan Srikandi PLN untuk Tingkatkan Usaha Kelompok Wanita Tani di Bali

Photo Author
Atikah IW, Kabar BUMN
- Minggu, 24 Desember 2023 | 16:30 WIB
Ketua Srikandi PLN UID Bali, Ni Made Sumaryani (kiri) saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan bantuan mesin produksi pembuat keripik buah. (Dok. PLN)
Ketua Srikandi PLN UID Bali, Ni Made Sumaryani (kiri) saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan bantuan mesin produksi pembuat keripik buah. (Dok. PLN)


Kabar BUMN -
PT PLN (Persero) melalui gugus tugas Srikandi PLN yang berisi seluruh karyawati, membantu meningkatkan usaha Kelompok Wanita Tani (KWT) Buana Sari, Jembrana, Bali.

Bantuan yang merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN Peduli tahun 2023 ini diberikan dalam bentuk mesin pembuat keripik buah berupa vacuum frying.

Bantuan ini diharapkan meningkatkan efektivitas dan efisiensi produksi keripik buah kelompok tani di Desa Yeh Sumbul, Mendoyo, Jembrana, Bali.

Baca Juga: Komitmen Hadirkan Layanan Terbaik, Pelindo Multi Terminal Siap Kawal Arus Logistik Selama Natal dan Tahun Baru 2023/2024

Ketua KWT Buana Sari, Ni Wayan Puryawati mengapresiasi Srikandi PLN atas pemberian mesin produksi keripik tersebut.

Menurutnya, PLN telah  mendukung program pemerintah yaitu hilirisasi bidang pertanian dengan menyerap hasil yang ada di desa.

“Kami mengambil hasil buah–buahan untuk dijadikan bahan keripik. Di samping itu kami juga memproduksi minyak tandusan dan kacang mete,” kata Puryawati dalam penyerahan bantuan mesin produksi di Desa Yeh Sumbul, Mendoyo, Jembrana, Bali Kamis (21/12).

Baca Juga: Perkuat Pelayanan dan Pengamanan, PT JMRB Pastikan Kesiapan Rest Area Travoy Jelang Nataru 2023-2024

Dia mengatakan, mesin vacuum frying ini dapat mengoptimalkan produksi keripik buah, yang mana sebelumnya, kelompok tani di Desa Yeh Sumbul setiap kali memperoleh hasil panen komoditas buah nangka harus dikirim ke Kota Malang untuk diproduksi menjadi keripik nangka dan dikirim kembali ke Desa untuk pemasaran, hal ini mengakibatkan biaya operasional sangat tinggi.

Bantuan vacuum frying dari PLN memangkas biaya operasional sebesar 30 persen berupa biaya transportasi dan produksi yang sebelumnya membutuhkan Rp20 juta per bulan menjadi kurang lebih Rp14 juta rupiah.

Dengan adanya mesin produksi keripik buah ini, diperkirakan kapasitas produksi dapat mencapai 400 kilogram dalam sebulan serta dapat membuka peluang memasok ke pasar yang lebih luas lagi.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Tempat Wisata Ramah Keluarga di Malang, Cocok untuk Menghabiskan Momen Liburan Bersama Anak-anak

Wakil Ketua I DPRD Jembrana, I Wayan Suardika turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PLN atas bantuan yang diberikan.

Ia mengatakan di Jembrana belum banyak yang melakukan kegiatan produksi seperti yang dilakukan oleh KWT Buana Sari ini.

“Semoga ibu-ibu anggota KWT sejumlah 24 orang ini dapat semakin bersemangat atas bantuan yang diberikan dan bersiap menjadi media belajar bagi wanita tani yg lain untuk mengolah hasil pertanian desa yang berlimpah," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Atikah IW

Tags

Artikel Terkait

Terkini