Kampanye penggunaan EV sebagai kendaraan operasional, menurut Erick Thohir, tidak terlepas dari kebijakan besar Indonesia untuk memimpin di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Dimana Indonesia saat ini sedang memacu transisi energi konvensional ke EBT.
Baca Juga: Kementerian BUMN Dukung Aquabike Jetski World Championship 2023 sebagai Water Sport Tourism
Salah satu program akselerasi EBT adalah diwujudkan lewat sistem kelistrikan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di IKN pemerintah membangun solar panel berkapasitas 50 MW dan akan dikembangkan menjadi 80 MW. Artinya, IKN akan jadi kota pertama di Indonesia yang sepenuhnya menggunakan listrik hijau.
Kemudian, pemerintah beberapa waktu lalu juga telah meresmikan PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 MWp. Proyek yang dikerja samakan dengan Masdar itu menjadi PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara.
"Sebenarnya 145 MW, tapi ada hitungannya itu 192 MW peak (MWp). Dengan kelebaran 20%, itu bisa menuju 800 MW. Itu lumayan, belum lagi hidronya," kata Erick.
Secara garis besar, Erick menegaskan proyek energi baru dan terbarukan harus punya manfaat yang besar bagi negara, utamanya menjaga agar tarif listrik tidak memberatkan masyarakat.
"Hal seperti ini yang harus dijaga. Makanya transisi energi kita mundur 10 tahun dibandingkan negara lain karena kita baru menjadi negara industri di era Pak Jokowi ini," tambahnya.***
Artikel Terkait
Resmi, Kementerian BUMN Luncurkan Website Indonesia Incorporated
Hari Batik Nasional: Kementerian BUMN Mempersembahkan Istana Berbatik
Kementerian BUMN dan Pertamina Inisiasi Literasi Edukasi Kesehatan Mata untuk Masa Depan
Kementerian BUMN dan Pertamina Inisiasi Literasi Edukasi Kesehatan Mata untuk Masa Depan
Transformasi BUMN, 88 Proyek Strategis Kementerian BUMN Tuntas Sebelum Pemerintahan Berganti
Perluas Akses Pasar, Kementerian BUMN Dukung Bank Mandiri dan ID Food Gelar Bazaar UMKM Sarinah 2023