Dengan antusias, Olaf bersemangat menghias kain yang telah disediakan.
Menurutnya membatik merupakan sesuatu yang tidak mudah tapi hasilnya sangat indah.
”Saya rasa cukup sulit untuk membatik, memerlukan keterampilan khusus. Tapi hasil akhirnya sangat cantik. Jika ada waktu, saya mungkin akan berkunjung ke Boyolali untuk belajar langsung ketika di Indonesia,” tutur Olaf.
Pada kesempatan yang sama, booth Pertamina juga menerima kunjungan dari salah satu pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (ASPINA) Belanda, Mira Sari yang menggeluti usaha perhotelan di Belanda.
Dia menyatakan ketertarikan kepada beberapa produk UMKM binaan Pertamina untuk menjadi salah satu pemasok kebutuhan usaha hotel yang dijalaninya.
”Menurut saya produk-produk yang ada di booth ini sangat bagus dan akan diminati di Belanda. Seperti produk handicraft berupa gelang dari Ayu Tenan dan gantungan kunci kulit Diby Leather. Selain itu saya juga punya kebutuhan sprei dengan motif batik, yang mungkin bisa dipenuhi oleh kelompok batik difabel di Boyolali,” imbuh Mira.
Artikel Terkait
6 Rekomendasi Wisata Malam yang Estetik di Jakarta, Ada Yang Gratis Juga
Dirut PT Pindad Hadiri Perayaan Natal Bersama Kementerian BUMN Tahun 2023
Wilayah Kerjanya Berdampingan, GeoDipa-KKT Kerja Sama Pengembangan Proyek Panas Bumi Patuha Utara
Junjung Tinggi HSSE Golden Rules Pertamina, Regional 4 Indonesia Timur Sukses Catat 171,7 juta Jam Kerja Selamat Sejak Tahun 2017