Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi menjelaskan, keberhasilan program EA tidak lepas dari kreativitas kelompok tani di Indonesia yang sukses mendorong peningkatan produktivitas.
Gregorius mengisahkan, program ini berangkat dari inisiatif petani buah naga di Banyuwangi, Jawa Timur.
Para petani berinovasi dengan menyediakan lampu saat malam hari untuk kebun buah naga yang dimiliki.
Baca Juga: Sukses Produksi Hidrogen Hijau, Kini PLN Bangun Stasiun Pengisian untuk Kendaraan di Kawasan Senayan
Langkah ini rupanya memberikan hasil luar biasa di mana buah naga tumbuh lebih cepat dan intensitas panen menjadi lebih sering.
"Mereka kemudian mengusulkan untuk mengganti genset yang dimiliki dengan listrik PLN.
"Kita lalu mencoba menyediakan listrik untuk wilayah pertanian dengan menambah jaringan listrik.
"Ini berdampak pada penghematan biaya operasional hingga 75%," kata Gregorius.
Gregorius menambahkan, keberhasilan program pertama ini mendorong inovasi lanjutan untuk program EA.
PLN pun terus mengembangkan layanan program ini dengan menyasar sektor lain.
Baca Juga: Kontribusi Sektor Lingkungan, PLN Tanam 283.739 Pohon Sepanjang Tahun 2023
Tidak hanya memberi dampak pada perekonomian, program ini turut menumbuhkan minat kaum muda untuk terlibat di sektor agrikultur.***
Artikel Terkait
Penjualan Sepanjang 2023 Meningkat hingga 5,32 Persen, Ini Upaya PLN Listriki Sektor Bisnis dan Industri
PLN Indonesia Power Bangun Stasiun Pengisian Hidrogen atau Hydrogen Refueling Station (HRS) Pertama di Indonesia
Capai TKDN 84%, PLN Sukses Bangun GI dan Transmisi Baru, Dukung Pengembangan KEK Palu, Sulteng
PLN Icon Plus Ajak Mitra Strategis Hadirkan Solusi Smart & Green di IKN Nusantara
Terus Tingkatkan Jumlah SPKLU Selama 2023, PLN Berhasil Penuhi Kebutuhan Pengguna Kendaraan Listrik di Indonesia