Kabar BUMN - PT Brantas Abipraya (Persero) menunjukkan bukti nyatanya dalam mewujudkan lingkungan bersih dengan pemanfaatan sampah, yakni limbah yang dihasilkan di proyek.
Salah satunya program yang dijalankan oleh Proyek Penataan Kampung Seni Borobudur di Dusun Kujon, Magelang yaitu pengolahan limbah proyek menjadi bermanfaat bagi lingkungan dengan pembuatan pupuk kompos.
“Setiap proyek pasti menghasilkan limbah, baik itu limbah organik, limbah anorganik, maupun limbah material sisa lainnya. Jika limbah tersebut tidak diolah dengan baik maka dapat mencemari area proyek, sehingga Brantas Abipraya melakukan pengolahan limbah yang baik dan benar supaya dapat bermanfaat bagi lingkungan,” Sugeng Rochadi, Direktur Utama Brantas Abipraya.
Baca Juga: Langkah Penyehatan WIKA Membuahkan Hasil Gemilang, Kontrak Baru WIKA Tahun 2023 Capai Rp29,1 Triliun
Ia menambahkan, sampah merupakan limbah yang bersifat padat, terdiri dari bahan organik maupun anorganik yang sudah dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola dengan baik agar tidak mengganggu atau membahayakan lingkungan.
Termasuk dalam Pilar Pembangunan Lingkungan pada program Tanggung Jawab Sosial (TJSL), sampah organik berupa daun-daun kering yang tadinya tidak berguna dapat diubah menjadi pupuk kompos untuk penghijauan dan penyuburan tanaman di area proyek.
Berlokasi di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Penataan Kampung Seni Borobudur ini akan memakai lahan seluas 10,7 hektare.
Pembangunan yang termasuk proyek strategis nasional (PSN) untuk mendukung destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Candi Borobudur ini direncanakan selesai pada tahun 2024 ini.
Sebagai tambahan informasi, Brantas Abipraya saat ini tengah menyelesaikan pembangunan Proyek Penataan Kampung Seni Borobudur di Dusun Kujon, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Mulai dikerjakan pada November 2023 lalu, lingkup pekerjaan Brantas Abipraya diantaranya adalah Penataan Kampung Seni Borobudur di Dusun Kujon, Penataan Interior dan Furniture Kios Pedagang, Museum Borobudur, Penataan Zona 2 (area pedagang dan parkir), dan nantinya ini menjadi area terbuka hijau.
Baca Juga: Semakin Marak dan Canggih, Waspadai Modus Penipuan Online yang Berhubungan dengan Traveling
“Penataan pedagang menjadi prioritas dalam penataan pada Kampung Seni ini, sehingga nantinya pedagang dapat memberikan kenyamanan lebih untuk berdagang. Selain itu, Kampung Seni Kujon ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas seperti ampiteater, museum, pasar seni, area kuliner, tempat parkir, serta sarana antar-jemput,” imbuh Purnomo, Direktur Operasi I Brantas Abpraya.
Sugeng Rochadi meyakini Kampung Seni Kujon bakal menjadi penambah daya tarik objek wisata Candi Borobudur.
Artikel Terkait
Brantas Abipraya Bangun Bendungan Mbay di Nagekeo, NTT Sebagai Upaya Capai Kedaulatan Pangan Nasional
Terus Lakukan Transformasi Bisnis, Brantas Abipraya Evaluasi Kinerja 2023 dan Gelar Raker 2024 Bertemakan 'Beyond Synergy Toward 2024
Lewat Anak Usahanya, Brantas Abipraya Tanam 5.500 Bibit Pohon di Padang Guci
Brantas Abipraya Bangun Lajur Lingkar Jalan Akses Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas, Dukung Destinasi Wisata Super Prioritas Labuan Bajo
Brantas Abipraya Raih Penghargaan di Ajang Enterprise Risk Management Award