”Seperti yang disampaikan bapak Presiden, Bendungan Karian juga bermanfaat sebagai pengendali banjir dengan kemampuan reduksi sebesar 657,5 m³/detik serta berpotensi menjadi pembangkit energi listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,8 MW," tambah Hanugroho yang biasa disapa Oho.
Ia juga berharap, bendungan ini dapat menjadi destinasi wisata air dan argo ekonomi untuk masyarakat setempat,” tambah Hanugroho yang biasa disapa Oho.
Sebagai informasi, proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp1,8 triliun ini dikerjakan secara joint operation bersama DAELIM (Korea Selatan) dengan porsi 51%, Waskita Karya 22% dan Wijaya Karya 27%, sehingga Waskita memiliki porsi sebesar Rp 396 miliar.
Semoga dengan hadirnya Bendungan Karian ini menjadi pemerataan pembangunan infrastruktur bagi daerah di Indonesia serta kesejahteraan bagi masyarakat Banten.
Baca Juga: Tingkatkan Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Hadirkan e-money Edisi Khusus Nusantara
”Perseroan juga terus berkomitmen untuk menyelesaikan proyek PSN dan non PSN dengan tepat waktu dan mutu yang baik,” tutup Hanugroho.***
Artikel Terkait
PT Waskita Beton Precast Terus Upayakan Penyelesaian Pembangunan Kantor Kemenko 4 di IKN, Progress Suplai Readymix Sebesar 68,29%
Waskita Beton Precast Catatkan Kinerja Baik hingga Akhir TW III/2023
BUMN PT Waskita Karya Buka Lowongan Magang untuk Divisi Human Capital, Kualifikasinya Mudah
Analyst Meeting Tahun 2023, Kontrak Baru Eksternal PT Waskita Beton Precast Tumbuh 190 Persen
Waskita Karya Targetkan 7 Proyek IKN Rampung di Semester I/2024