Dari penggabungan hasil CT Scan dan MRI nantinya dengan menggunakan alat stereotactic, kelainan atau tumor dalam kepala dapat ditentukan dengan sangat akurat berapa dan di mana titik-titik koordinatnya itu menggunakan koordinat X, Y, dan Z.
Menurut dr. Wahyudi, operasi dengan metode stereotactic juga dapat dilakukan dengan lebih akurat, sehingga tumor dapat diangkat dengan lebih sempurna.
Baca Juga: DAHANA Sukses Gelar Breakthrough All Tunnel PLTA Batang Toru
“Metode ini juga dapat digunakan untuk penyakit lain, seperti Parkinson, epilepsi, atau gangguan gerak yang kaku,” tambah dr. Wahyudi.
“Setelah operasi pendaharanya kecil, penyembuhan lebih cepat. Metode ini juga bisa dipakai untuk pasien penderita Parkinson, sehingga tidak tergantung dengan obat seumur hidupnya. Cukup dua atau tiga hari setalah operasi, sudah bisa beraktivitas kembali normal," terangnya lebih lanjut.
Artikel Terkait
Waskita Karya Jamin Bakal Selesaikan 7 Proyek IKN Semester I/2024
Wakil Menteri BUMN Tinjau Fasilitas Produksi PT PAL Indonesia, Soroti Kemajuan Pesat Bisnis Perusahaan
Madame Wang Secret Garden, Restoran Aesthetic Harga Terjangkau di Malang, Sajikan Menu Halal dan Vegetarian Friendly
DAHANA Sukses Gelar Breakthrough All Tunnel PLTA Batang Toru