Transformasi Pelabuhan dan Penerapan PTOS-M, SPMT Branch Jamrud Nilam Mirah, Surabaya, Dorong Capai Kinerja Positif

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 7 Februari 2024 | 13:30 WIB
Dua orang petugas sedang memantau semua layanan yang sedang berlangsung di Pelindo Multi Terminal Branch Jamrud Nilam Mirah melalui Intregated Planning & Control Room. (DOK.PT Pelindo Multi Terminal (SPMT))
Dua orang petugas sedang memantau semua layanan yang sedang berlangsung di Pelindo Multi Terminal Branch Jamrud Nilam Mirah melalui Intregated Planning & Control Room. (DOK.PT Pelindo Multi Terminal (SPMT))

Kabar BUMN - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa di pelabuhan, sekaligus mengawal denyut nadi logistik operasional pelabuhan nonpetikemas di Indonesia.

Karena komitmennya, Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan Branch Jamrud Nilam Mirah menunjukkan kinerja positif dari transformasi pelabuhan yang dilakukan.

Direktur Operasi PT Pelindo Multi Terminal Arif Rusman Yulianto menerangkan, SPMT terus melakukan proses transformasi dan standarisasi operasional dan komersial di seluruh pelabuhan.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Spot Melihat Sunrise di Kota Bandung, Bonus Pemandangan Indah Bak Negeri Dongeng

Proses transformasi tersebut dimulai dari pre-transformasi, standarisasi, sistemisasi, dan integrasi, yang pelaksanaanya mengacu pada 6 pilar yakni, Proses, SDM, Teknologi, Peralatan, Infrastruktur & HSSE.

Secara berkelanjutan hal ini ditunjukkan oleh Terminal Jamrud sejalan dengan sistem operasi pelabuhan multi terminal terintegrasi yang disebut PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose) dan secara progresif tampak pada capaian kinerjanya selama 2023.

"PTOS-M memiliki arsitektur yang terintegrasi dengan sistem-sistem lain seperti customer portal, sistem layanan kapal, dan sistem layanan keuangan. Selain terintegrasi dengan beberapa sistem, PTOS-M memiliki fitur yang memberikan kemudahan layanan seperti online booking request, operation planning, storage inventory, serta control & monitoring," terang Arif.

Baca Juga: LinkAja Luncurkan Program Penukaran Poin Loyalitas dalam Ekosistem BUMN

PTOS-M menjadi bagian dari proses transformasi dan standarisasi yang juga berdampak pada peningkatan produktivitas Ton/Ship/Day (T/S/D) serta penurunan port stay dan cargo stay yang signifikan.

"Produktivitas di Branch Jamrud Nilam Mirah sebelumnya adalah 1.385 T/S/D, setelah dilakukan transformasi meningkat sebesar 31% yaitu 1.814 T/S/D," sahut Branch Manager (BM) Jamrud Nilam Mirah, Muh Junaedhy.

SPMT juga mencatat kenaikan kinerja dalam pelayanan arus muatan barang, dengan rincian arus barang curah kering seperti batu bara, bijih besi, gula, kedelai dan lainnya naik 5,9% year on year (yoy) sebesar 55,1 juta ton, sementara curah cair mengalami peningkatan 8,9% (yoy) sebesar 30,3 juta ton.

Baca Juga: Gerakkan Progran 'Desa Mandiri Energi' PLN EPI Berdayakan Masyarakat dengan Berikan Pelatihan Ternak Kambing Perah

Sementara itu, arus bongkar muat untuk 5 komoditas terbesar di Terminal Jamrud yang meliputi steel billet, steel coil, steel slab, calcium carbonat, dan pupuk sepanjang tahun 2023 sebanyak 2.779.850 ton, meningkat 8,4% dibandingkan tahun 2022 yang sejumlah 2.564.015 ton.

Tahun 2023, Pelindo melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perum Bulog untuk layanan kegiatan jasa bongkar muat impor komoditas pangan, dalam hal ini, SPMT ditugaskan untuk menangani bongkar muat di terminal nonpetikemas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini