Dorong Pemerataan Pembangunan, Bank Mandiri Salurkan Kredit Infrastruktur Rp 301,77 Triliun

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 15 Februari 2024 | 10:45 WIB
Gedung Bank Mandiri (Dok. Bank Mandiri)
Gedung Bank Mandiri (Dok. Bank Mandiri)

Kabar BUMN - Sebagai salah satu bank pelat merah, Bank Mandiri konsisten membidik penyaluran kredit infrastruktur untuk mempercepat pemerataan ekonomi di Tanah Air.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati mengatakan, upaya ini selaras dengan langkah Pemerintah untuk mencapai visi Indonesia 2045.

Dimana salah satunya difokuskan untuk memenuhi prasarana dasar, mendorong konektivitas dan pemerataan antar wilayah.

Baca Juga: Suka Koleksi e-Money Berdesain Khusus? Bank Mandiri Kali Ini Hadirkan Kartu Edisi Film 'Madame Web,' Sudah Bisa Dibeli Lho

Hasilnya, Bank Mandiri menyalurkan kredit infrastruktur sesuai dengan klasifikasi dalam Peraturan Presiden (Perpers) 38 Tahun 2015 sebesar Rp 301,17 triliun hingga akhir 2023.

Nilai tersebut tumbuh 15,95% year on year (yoy) dari posisi 2022 sebesar Rp 260,25 triliun. 

Pembiayaan tersebut disalurkan ke berbagai sub sektor seperti jalan, transportasi, migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, perumahan rakyat dan fasilitas kota, hingga konstruksi.

Baca Juga: Ikuti Program Magang di Bank Mandiri, Penempatan di Jakarta dan Bogor dengan Durasi Minimal 3 Bulan

Kredit ini termasuk untuk pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan, dan jalur kereta api yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat. 

“Ini merupakan bentuk komitmen Bank Mandiri untuk terus konsisten menjadi salah satu pendukung penguatan infrastruktur tanah air di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” ujar Susana Indah di Jakarta pada Kamis (15/2).

Penyaluran kredit infrastruktur bank bersandi saham BMRI tersebut paling banyak disalurkan untuk sub sektor transportasi yang melonjak 24,79% yoy menjadi Rp 78,29 triliun di penghujung 2023.

Baca Juga: Kesempatan Masih Panjang, Bank Mandiri Tawarkan Program Penukaran Livin' Poin dengan Samsung Galaxy S24

Lalu, tenaga listrik mengalami peningkatan 18,34% yoy menjadi Rp 51,50 triliun. 

Kemudian, untuk sub sektor telematika naik 13,41% yoy menjadi Rp 28,0 triliun pada 2023.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini