“Pada tahun 2029-2030 kita targetkan industri gula ID FOOD sudah full mekanisasi termasuk pengimplementasian Co-Gen (Kogenerasi) untuk penyerapan secara optimal energi yang dihasilkan pabrik gula,” urainya.
Menurut Frans, penerapan digitalisasi teknologi industri gula secara masif oleh para pelaku usaha merupakan langkah yang paling efektif untuk mendukung tercapainya target swasembada gula 2030.
Pasalnya, penerapan digitalisasi teknologi akan berpengaruh signifikan bagi terwujudnya industri gula yang lebih sehat.
“Kita ketahui tantangan terbesar swasembada gula adalah pemenuhan lahan 700 ribu ha yang saat ini sedang dijajaki dan diupayakan Pemerintah. Untuk mencetak lahan sebanyak itu dalam kurun waktu 6 tahun ke depan tentu bukan hal yang mudah, maka yang terpenting dan bisa kita akselerasi bagaimana membangun industri gula yang lebih sehat ke depan melalui peningkatan digitalisasi teknologi,” paparnya.
Baca Juga: Tiket Pertamina F1Powerboat Danau Toba 2024 Telah Habis Dalam 7 Hari
Terkait implementasi peta jalan pengembangan teknologi industri gula tersebut ID FOOD telah menerapkan sejumlah inovasi teknologi seperti Geospatial Information System (GIS), Pertanian Presisi (Precision Farming), dan Teknologi Informasi Smart Farming ID FOOD (Safari).
Untuk penerapan GIS, Frans menuturkan, dilakukan dalam hal pemetaan wilayah kebun menggunakan drone RTK, drone aplikasi kebun, web-based service analysis dan unit pelayanan jasa drone.
“Teknologi ini sudah diterapkan di kebun Hak Guna Usaha (HGU) dan Mitra Petani ID FOOD. Pengaplikasiannya memudahkan dalam melakukan pemetaan dan monitoring kondisi kebun serta tanaman, sehingga banyak membantu perusahaan dan mitra petani tebu dalam melakukan perawatan lahan dan tanaman,” jelasnya.
Selanjutnya, ID FOOD juga melakukan penerapan Precision Farming yang dilakukan melalui drone spraying untuk pemupukan lahan.
“Di lahan HGU, ID FOOD mengembangkan optimasi pengairan untuk tanaman dengan memanfaatkan teknologi boom sprayer dan manajemen sumber air. Kami dalam 1 tahun terakhir melakukan metode ini untuk memperbaiki kualitas pengairan,” ungkap Frans.
Sementara itu, dari aspek teknologi informasi, ID FOOD menerapkan aplikasi Smart Farming ID FOOD atau Safari.
Baca Juga: Tahun 2024, PT Timah Targetkan Reklamasi 396,5 Hektare Lahan Pasca Tambang di Bangka Belitung
“Aplikasi ini merupakan dashboard Integrasi Smart Farming dari 3 anak perusahaan gula ID FOOD. Di sini terkonsolidasi semua kegiatan seperti adminstrasi, perencanaan, proses budidaya, permintaan biaya, panen, hingga proses pasca panen,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Ada Lowongan Magang dari PT Mitra Kerinci, Member Holding BUMN Pangan ID FOOD, Penempatan Kabupaten Solok Selatan
Rayakan 2 Tahun Pembentukan Holding BUMN, ID Food Tegaskan Kembali Komitmennya Bagi Pangan Indonesia
Semarak 2 Tahun ID FOOD, Perkuat Fundamental Bisnis dalam Rangka Percepatan Transformasi
ID FOOD Dukung Pembangunan Perikanan Berkelanjutan Melalui Hilirisasi Dan Digitalisasi
Jaga Stabilitas Harga Pangan, ID FOOD Perkuat Pelaksanaan CPP untuk 9 Komoditas